SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Keberadaan Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari di Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, menjadi penggerak perputaran ekonomi warga. Pasar tersebut berdiri di atas lahan yang sebelumnya terbengkalai dan dipenuhi semak belukar.
Ketua Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari, Sudarwi Yuliningsih, mengungkapkan sebelum menjadi pusat kuliner tradisional, lokasi tersebut merupakan lahan kosong yang tidak terurus.
Mini Kidi Wipes.--
“Dulu itu lahan kosong rimbun, banyak semak belukar. Dari zaman camat terdahulu mau dijadikan pasar tidak pernah jadi,” ujarnya.
Perubahan mulai terjadi pada masa kepemimpinan Camat Lakarsantri Yongky Kuspriyanto Wibowo yang mendorong pengembangan wilayah Surabaya Barat.
“Pak Camat mengajak saya untuk bersama memajukan Surabaya Barat. Akhirnya saya berinisiatif memanfaatkan lahan di Jeruk ini untuk dijadikan Pasar Ndeso,” kenangnya.
BACA JUGA:Mengenal Kelurahan Siwalankerto Surabaya, Puluhan UMKM Tembus Pasar Nasional
Pada tahap awal, rencana tersebut sempat mendapat penolakan dan minim respons dari sejumlah unsur RT, RW, maupun LPMK karena keterbatasan biaya. Namun, komunikasi terus dibangun hingga akhirnya mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya.
“Setelah dibangun Pemkot, saya baru menggandeng ibu-ibu RT dan RW untuk bergerak bersama,” lanjutnya.
Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari mengusung konsep kuliner jadul dengan menghadirkan aneka makanan tradisional dan jajanan tempo dulu yang kini mulai jarang ditemui.
BACA JUGA:Rumah Padat Karya Kampung Gunung Anyar Surabaya Dilirik Delegasi Internasional
Menurut Yuliningsih, warga kini merasakan manfaat langsung dari keberadaan pasar tersebut. Selain lingkungan yang lebih tertata, peluang usaha masyarakat juga meningkat.
“Warga sangat senang. Sekarang jalannya bagus, tidak rimbun lagi, dan ekonomi mereka terbantu. Dari sekian banyak pasar serupa di Lakarsantri, alhamdulillah Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari masih eksis,” katanya.
Gempur Rokok Illegal--
Memasuki 2026, pihaknya menargetkan pengembangan lebih lanjut, termasuk penambahan stan dan penguatan promosi wisata melalui kolaborasi dengan Pemkot Surabaya.
“Harapan saya Pasar Ndeso makin maju, stan bertambah, dan ekonomi warga makin kuat. Kami juga berharap ada dukungan promosi agar pasar ini semakin dikenal luas,” pungkasnya. (yat)