Kebiasaan minum aneka jamu tetap bisa berlanjut saat bulan puasa. Jenisnya saja yang perlu dipilih, bukan sebagai pengganti nutrisi makanan dan bukan pengganti obat dokter.
BACA JUGA:Puasa dan Diabetes
Pilihan jatuh pada minuman jamu yang bersifat menjaga kelancaran fungsi berbagai organ tubuh agar tetap bekerja optimal.
Yaitu minuman kunyit asam, beras kencur. temulawak, dan wedang secang. Kunyit asam baik untuk kesehatan saluran cerna, seperti mengatasi masalah GERD, yaitu asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, kembung, sulit buang air besar, diare, nyeri.
BACA JUGA:Puasa Aman untuk Gastritis
Saluran cerna yang berfungsi baik perlu untuk menjaga fungsi otak agar memudahkan konsentrasi, tenang, fokus saat beribadah puasa Minuman ini menyegarkan dan cocok diminum saat berbuka puasa.
Jangan terlalu pekat, minumlah 250 ml dua kali seminggu saat berbuka puasa.
BACA JUGA:Kurma Stabilkan Energi
Minuman beras kencur dua kali seminggu cocok untuk menambah energi, memperbaiki nafsu makan saat sahur, menghilangkan kelelahan otot, dan meningkatkan stamina. Jangan terlalu pekat dan terlalu manis.
Minuman temulawak cocok untuk meningkatkan nafsu makan, mendukung fungsi liver dan pencernaan. Minumlah sebelum sahur 250 ml tiga kali seminggu. Jangan terlalu banyak dan jangan terlalu pahit.
BACA JUGA:Cara Tepat Pilih Suplemen
Minuman yang juga populer adalah wedang secang. Khasiatnya melancarkan sirkulasi darah karena kerja zat kandungannya yang melebarkan pembuluh darah. Kalau aliran darah membaik, maka tubuh akan terasa hangat, termasuk tangan dan kaki.
Khasiat yang juga perlu dipertimbangkan adalah sebagai pendongkrak imunitas. Artinya memperkuat imunitas tubuh melalui kerjanya sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan, antibakteri dan antiradang.
Pemakaian secara turun temurun untuk memperbaiki kesehatan usus, dan mendukung respons imun secara keseluruhan. Cocok diminum sesudah berbuka puasa 250 ml tiga kali seminggu .
BACA JUGA:Batasi Minuman Dingin, Teh, dan Kopi