Hening Dzikirillah Jahit Asa dan Karya, dari Kantor Pemkot Surabaya ke Dunia Mode

Selasa 24-02-2026,13:56 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Fatkhul Aziz

Surabaya dikenal sebagai kota dengan pertumbuhan brand fashion yang pesat. Bagi Hening, tantangan terbesarnya adalah membuat The Whu Official dikenal dan diterima di tengah persaingan tersebut.

Ia menyasar spektrum luas mahasiswa, wanita pekerja, mama muda, bahkan perempuan usia 45 tahun ke atas. Meski awalnya tak membidik segmen usia 50-an, respons positif justru datang dari kalangan itu.

Peragaan busana pertamanya di Hotel Quest dalam acara komunitas K-popers juga menjadi pengalaman unik. Di sana, ia merasakan bagaimana brand yang ia bangun mulai dikenal anak muda.

BACA JUGA:Transformasi Karier Margie Hutagalung: Lulusan Pendidikan Guru PAUD Unesa ke Dunia Modelling

Meski kini aktif sebagai brand ambassador sekaligus ikut terlibat dalam pengembangan koleksi, Hening menegaskan satu hal prioritasnya tetap bekerja di Pemkot Surabaya.

"Pemkot itu rumah saya. Di situ saya mengabdi," pungkasnya. 

Di luar dunia kerja dan fashion, Hening aktif berbagi semangat kepada anak-anak yatim melalui kegiatan organisasi. Baginya, apa pun bidang yang digeluti, semuanya harus dikerjakan dengan sepenuh hati. Selain itu, ia juga kerap menjadi MC, hobi yang ia sebut sebagai hobi yang menghasilkan cuan. (Ain)

Kategori :