SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di sela kesibukannya sebagai staf di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Hening Dzikirillah diam-diam tengah merintis langkah baru. Bukan di ruang rapat atau balik meja pelayanan publik, melainkan di balik panggung peragaan busana dan sesi pemotretan.
Dunia yang sejak remaja ia kagumi, kini benar-benar ia jelajahi secara serius membangun brand fashion bernama The Whu Official. Kecintaan Hening pada fesyen tumbuh jauh sebelum media sosial menjamur.
BACA JUGA:Kisah Phienta Mutiara Simangunsong, Anggap Model Bukan Sekadar Soal Gaya
Mini Kidi Wipes.--
Saat internet belum seramai sekarang, ia rutin membeli majalah fesyen dan menonton peragaan busana di televisi. Mix and match pakaian sudah menjadi kegemarannya sejak kecil.
"Saya dari dulu senang banget sama fashion. Bahkan kalau lihat orang, suka membayangkan, ‘Oh dia cocoknya pakai warna ini, model ini,’" ujar Hening sembari tersenyum.
BACA JUGA:Kisah Riza Indira Fadillah Jadikan Model untuk Kesehatan
Rasa senang itu lama tersimpan sebagai hobi. Hingga akhirnya, akhir tahun lalu pada Desember 2035, ia memutuskan untuk menjelajah lebih dalam di dunia mode.
Momen itu terjadi ketika ia berdiskusi panjang dengan Ayu Wulan Hernowo, owner Whulyan Attire dan Whulyan Dressmaker, desainer yang pernah merancang busana untuk Putri Indonesia 2024. Yang sebelumnya, telah saling mengenal sejak 2017.
Dari obrolan itulah lahir The Whu Official, sebuah brand yang bukan sekadar menjual pakaian, tetapi menawarkan solusi bagi perempuan yang kerap bingung menentukan outfit dan identitas diri lewat busana.
Gempur Rokok Illegal--
Hening memahami satu hal perempuan Indonesia sangat beragam. Warna kulit, tinggi badan, bentuk tubuh, semuanya berbeda. Di situlah The Whu Official mengambil posisi.
Desainnya tidak hanya mengikuti tren warna cerah atau motif kekinian. Beberapa koleksi juga menyisipkan sentuhan wastra Indonesia, terutama batik, dalam potongan modern, agar tetap relevan dengan selera Gen Z dan milenial.
"Batik itu tidak norak. Tinggal bagaimana kita mengemasnya sesuai zaman," tegas Hening.
BACA JUGA:Kisah Putri Aura S, Jadikan Dunia Modelling sebagai Bahasa Komunikasi Non-Verbal