Tak Sanggup Ditinggal Istri Kerja di Hongkong, Pria Kebomas Gresik Akhiri Hidup

Senin 23-02-2026,14:37 WIB
Reporter : Achmad Willy Alva Reza
Editor : Fatkhul Aziz

Disclaimer:

Berita ini memuat informasi sensitif mengenai tindakan bunuh diri. Konten disajikan untuk tujuan pemberitaan dan edukasi. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan psikologis, stres berat, atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segeralah mencari bantuan profesional. Anda dapat menghubungi layanan konseling atau tenaga kesehatan terdekat. Ingatlah, Anda tidak sendiri dan bantuan tersedia.

 

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Warga Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik dikejutkan dengan tewasnya seorang pria dalam keadaan gantung diri, Senin 23 Februari 2026. Korban ditemukan tak bernyawa dengan leher tergantung sarung. 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Korban adalah EPH (27), warga setempat. Sebelum ditemukan tewas, korban disebut bertengkar melalui telepon dengan istrinya yang sedang bekerja di Hongkong. 

BACA JUGA:Karyawan Asal Kediri Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kos Siwalankerto


Mini Kidi Wipes.--

Hal itu disampaikan oleh Nur Fadhilah (42),saksi yang pertama kali mengetahui kondisi korban. Ia mengaku diminta istri korban untuk mengecek kondisi EPH karena sempat mengancam akan bunuh diri. 

Penyebabnya yakni korban tak sanggup jika istrinya terus berada di Hongkong dan ingin sang istri segera pulang. Namun di sisi lain, istri korban ternyata mendapat perpanjangan masa kerja. Hal itu pun memicu perselisihan hingga korban nekat bunuh diri. 

BACA JUGA:Diduga Depresi Karena Masalah Keluarga, Pria Wonogiri Tewas Gantung Diri di Kos Gresik

“Istri korban cerita telah bertengkar dengan korban terkait perpanjangan masa kerjanya di Hongkong. Korban ingin istrinya pulang, dia bilang jika tidak pulang, korban mengancam untuk bunuh diri,” ujar saksi Fadhilah. 

Merasa khawatir dengan kondisi korban, sang istri pun meminta Fadhilah untuk mengecek kondisi korban. Ternyata, korban sudah meninggal dunia dengan leher tergantung kain sarung di kusen pintu rumah.  

Kapolsek Kebomas Kompol Gatot Setyobudi mengatakan, saksi langsung meminta bantuan Suparno, saudara sekaligus tetangga korban. Selanjutnya, peristiwa itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. 


Gempur Rokok Illegal--

“Saat saksi datang, pintu rumah sudah dalam posisi terbuka separuh, kemudian saat masuk saksi Fadhilah melihat korban sudah  tergantung, dengan posisi tubuh menghadap ke dalam kamar,” tandasnya. 

Kategori :