”Nah, begitu nanti DPP kalau sudah melakukan proper dan psikotes, siapa pun yang ditunjuk nanti, ya itu nanti yang akan kita laksanakan. Tergantung DPP. Tugas kita mengusulkan ke DPD, lalu naik ke DPP," tegasnya.
Lantas, siapa yang dinilai paling layak menurut kacamata Ketua DPC? Cak Ji enggan berspekulasi. Ia menyebut komposisi fraksi saat ini sangat beragam, mulai dari tokoh senior, kader muda, hingga keterwakilan perempuan.
"Waduh, ya semuanya kuat,” tegas pria yang juga menjabat Wakil Wali Kota Surabaya tersebut.
BACA JUGA:Armuji Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ketua DPRD Adi Sutarwijono
Selain soal kursi ketua, ditanya terkait pengganti antar waktu (PAW) untuk mengisi satu kursi anggota dewan yang ditinggalkan almarhum Adi Sutarwijono di Dapil 3.
Terkait hal ini, Cak Ji memilih irit bicara namun memberi sinyal jelas bahwa mekanisme akan mengikuti aturan perundang-undangan dan hasil perolehan suara di KPU.
Selain kursi ketua dewan, rapat tersebut juga menyinggung soal Pengganti Antar Waktu (PAW) untuk mengisi kekosongan kursi anggota dewan yang ditinggalkan mendiang Adi Sutarwijono.
BACA JUGA:Adi Sutarwijono Tutup Usia, Ketua DPRD Surabaya Dikenang sebagai Sosok Pengayom
Saat nama Anas Karno disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti almarhum di dapil tersebut, Cak Ji enggan menyebut nama secara gamblang, namun memberikan sinyal kuat.
"Wes, ramesono dewe (sudah, olah saja sendiri). Iku wis diramesi ngono (itu sudah jelas seperti itu)," pungkasnya sembari berlalu.(alf)