Lakon Amarto Binangun saat Pagelaran Wayang Kulit Cocok untuk Kota Pasuruan

Selasa 17-02-2026,16:07 WIB
Reporter : Muhamad Hidayat
Editor : Fatkhul Aziz

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pagelaran wayang kulit menjadi salah satu rangkaian acara memperingati Jadi Kota Pasuruan ke-340. Momen pagelaran wayang kulit ini digelar di Gedung Kesenian Darmoyudho, Kota Pasuruan. 

Acara tersebut turut dihadiri Wawali M Nawawi, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, serta ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan pertunjukan hingga selesai.

BACA JUGA:Satlantas dan Satpol PP Tertibkan PKL di Bawah Jembatan Tol Circle Gempol Pasuruan


Mini Kidi--

Dalam sambutannya, Walikota Mas Adi menyampaikan, pagelaran wayang kulit kali ini mengusung lakon “Amarto Binangun”. Memiliki makna membangun negeri dan membangun nilai-nilai kehidupan. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dalam menatap masa depan Kota Pasuruan.

“Malam ini kita hadir dalam pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340. Lakonnya; Amarto Binangun. Yang berarti membangun negeri dan membangun nilai. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya kita menatap masa depan,” ujarnya yang disampaikan Selasa 17 Februari 2026.

BACA JUGA:Angkat Wisata Heritage dan Kuliner, Walikota Pasuruan Resmikan Kampung Koeno Bangilan

Ia menegaskan, wayang bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan. Wayang kulit merupakan bagian dari upaya nguri-uri budoyo atau melestarikan budaya warisan leluhur. Selain itu, wayang juga dikenal sebagai media dakwah yang dahulu digunakan para wali untuk menyampaikan pesan moral dan nilai kebaikan kepada masyarakat.

“Wayang ini kita lestarikan sebagai bagian dari warisan leluhur. Bukan hanya menjadi tontonan, tapi juga tuntunan. Banyak pesan moral yang disampaikan melalui instrumen wayang ini,” tambahnya.

Pada akhir sambutan, Mas Adi menyampaikan terima kasih kepada para seniman, pendukung, dan tokoh senior yang terus istiqamah menjaga serta melestarikan budaya bangsa. Ia berharap semangat menjaga karakter dan jati diri bangsa melalui seni budaya terus diwariskan kepada generasi mendatang. (kd/mh)

Kategori :