Dewi bercerita, AM ini sudah kerap mendapat perundungan dari temannya di sekolah. Sejak dia duduk di bangku SMP, hingga berlanjut di bangku SMK.
"Yang paling parah di SMK ini. Semenjak masuk dapat satu bulanan sudah menjadi target bully. Korban ini anak inklusi," paparnya.
Atas insiden tersebut, AM harus menjalani rawat inap di RS Menur. Dia masuk untuk menjalani perawatan mentalnya sejak Jumat 13 Februari 2026.
BACA JUGA:Keroyok Perawat di Puskesmas, Ibu dan Anak di Situbondo Masuk Penjara
"Sekarang anaknya rawat inap di RS Menur sampai kurang lebih 14 harian. Dari hari Jumat kemarin. Pihak DP3A yang meminta," terangnya.
Sebagai informasi, kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Laporan korban ini tertuang dalam nomor LP/B/408/II/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR, tertanggal 11 Februari 2026.