SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pertamina Patra Niaga memastikan pendistribusian tabung LPG di wilayah Jawa Timur berjalan lancar dan aman selama libur panjang Imlek dan menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa seluruh infrastruktur distribusi telah disiagakan. Petugas juga ditempatkan di berbagai titik strategis guna memastikan pasokan LPG tersalurkan tepat waktu.
BACA JUGA:Polisi Sidoarjo Bongkar Pengoplosan LPG Subsidi Jadi Gas Portabel
Mini Kidi--
"Pada momen Imlek dan awal Ramadan, permintaan LPG biasanya meningkat signifikan. Karena itu, kami melakukan penyaluran fakultatif sebagai tambahan di luar distribusi reguler," kata Ahad, Selasa, 17 Februari 2026.
Untuk wilayah Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan penyaluran tambahan lebih dari 68 persen dari rata-rata harian, dengan total mencapai 1.096.295 tabung LPG. Jumlah tersebut disalurkan melalui pangkalan dan agen resmi agar kebutuhan rumah tangga, pelaku usaha kecil, hingga sektor jasa tetap terpenuhi.
BACA JUGA:Selama Libur Isra Miraj, Pertamina Salurkan 800 Ribu Lebih Tabung LPG ke Seluruh Jatim
Selain menambah pasokan, Pertamina juga melakukan pemantauan distribusi secara intensif. Koordinasi dengan mitra penyalur diperkuat agar tidak terjadi keterlambatan maupun penumpukan di satu wilayah.
"Distribusi kami pastikan merata dan tepat sasaran, sehingga masyarakat tanpa khawatir kehabisan LPG," imbuh Ahad.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Menurutnya, stok LPG dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan.
BACA JUGA:Antisipasi Kelangkaan LPG 3 Kilogram, Pemkab Tulungagung Usulkan Pola Distribusi Sesuai Musim
"Kami minta masyarakat tetap bijak membeli sesuai kebutuhan. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya," pungkasnya.
Di sisi lain, Pertamina mengingatkan agar LPG subsidi 3 kilogram digunakan sesuai peruntukannya, yakni untuk masyarakat kurang mampu. Sementara masyarakat mampu diimbau beralih menggunakan LPG non-subsidi seperti Bright Gas.(Ain)