Jelang Ramadan, Bulog Gelontor Beras SPHP dan Minyakita di GPM Tulungagung

Jumat 13-02-2026,15:38 WIB
Reporter : Firman Imansyah
Editor : Fatkhul Aziz

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menjelang Bulan Suci Ramadan, sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Untuk menekan lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat, pemerintah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak. Di Tulungagung, Bulog turut ambil bagian dengan menyalurkan beras SPHP dan Minyakita dalam jumlah signifikan.

Kegiatan GPM yang digelar di Kantor Kecamatan Sumbergempol, Jumat 13 Februari 2026, disambut antusias warga. 

BACA JUGA:Pasar Murah Disperindag–Bulog Digelar di Tiga Kecamatan, Tekan Lonjakan Harga Jelang Ramadan


Mini Kidi--

Kepala Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan pihaknya menyiapkan pasokan beras SPHP sebanyak 1 hingga 2 ton per titik serta 200 liter Minyakita di setiap lokasi GPM.

“Kalau beras SPHP kita siapkan 1 sampai 2 ton per titik. Untuk minyak goreng sekitar 200 liter per titik,” ujar Yonas.

BACA JUGA:Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Jatim Gandeng Kejati Lewat MoU Pendampingan Hukum

Ia memastikan, harga Minyakita di wilayah Tulungagung masih dalam kondisi aman. Sesuai ketentuan, Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita dipatok Rp15.700 per liter.

“HET Minyakita Rp15.700 per liter. Di Jawa Timur ini sudah posisi hijau semua. Artinya, harga maksimal sesuai HET, bahkan kebanyakan sudah di bawah HET,” jelasnya.

Menurut Yonas, ketersediaan stok juga dalam kondisi aman. Pasokan dari produsen rutin masuk setiap minggu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:Stok Beras Melimpah, Bulog Jatim Optimistis Tekan Inflasi Lebaran

“Kita rata-rata tiap minggu masuk. Bisa dua kontainer atau satu gandeng dari produsen. Kita tinggal menunggu produsen siap, lalu kita jemput. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir soal stok,” tuturnya.

Ia menambahkan, distribusi Minyakita kini dilakukan lebih masif ke pasar-pasar dan gerai yang telah ditunjuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Hal itu sejalan dengan kewajiban produsen memenuhi Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen dari kuota ekspor minyak sawit.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung, Sony Weli Ahmadi, menjelaskan bahwa GPM merupakan instruksi nasional sebagai langkah intervensi harga menjelang Ramadan dan Idulfitri.

BACA JUGA:Bulog Gerak Cepat di Awal Tahun, Serap Hampir 20 Ton Gabah Petani Tulungagung

Kategori :