Tak Ingin Terpusat di PSC, Pemkot Madiun Kembangkan Wisata Sejarah Kuncen–Taman

Rabu 11-02-2026,13:52 WIB
Reporter : Moch. Adi Saputro
Editor : Fatkhul Aziz

MADIUN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kota Madiun mulai menggeser strategi pengembangan pariwisata. Jika selama ini kunjungan wisata banyak terpusat di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), kini pemkot berupaya memperluas destinasi agar manfaat ekonomi dan edukasinya tersebar ke wilayah lain.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun usai acara pengembangan destinasi pariwisata dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Sun Hotel mengatakan, PSC sejatinya menjadi pemicu awal kebangkitan pariwisata di Kota Pendekar. Namun, ia menilai akan menjadi kerugian jika geliat wisata hanya bertumpu di satu titik.

BACA JUGA:Menuju Kota Mendunia, Pemkot Madiun Naikkan Standar Pendidikan ASN


Mini Kidi--

“PSC itu sebenarnya menjadi trigger (pemicu) bagi Kota Madiun. Dulu Madiun tidak punya destinasi seperti itu, sekarang kita punya daya tarik namanya PSC. Namun, menjadi kerugian bagi pemerintah kota jika wisata hanya bertumpu di sana saja. Pengunjung terlalu lama di PSC, maka kita menggali potensi lain,” ujarnya, Selasa 10 Februari 2026.

Untuk itu, Pemkot Madiun mulai melakukan uji coba pengembangan destinasi wisata berbasis sejarah, religi, dan budaya di dua wilayah, yakni Kuncen dan Taman. Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki nilai historis kuat yang belum tergarap optimal.

BACA JUGA:ASN Pemkot Madiun Dilarang Cuti Nataru, Wali Kota: Semua Harus Siaga Layani Masyarakat

“Saya sedang melakukan uji coba di dua wilayah, Kuncen dan Taman. Mengapa? Karena wilayah tersebut sudah memiliki cerita sejarah. Contohnya, Bupati Madiun pertama ada di Kuncen, dan ada makam Eyang Ronggo di Taman. Selain itu, masjid pertama di Madiun juga ada di Kuncen dan Taman,” jelasnya.

Menurut Bagus, potensi tersebut bisa dikemas menjadi daya tarik wisata baru, khususnya bagi wisatawan religi yang selama ini datang untuk berziarah. Ke depan, wisatawan akan diarahkan tidak hanya berkunjung, tetapi juga memahami sejarah Kota Madiun.

“Kita bisa mengarahkan wisatawan yang mayoritas adalah peziarah untuk mengetahui sejarah Kota Madiun dan masjid pertamanya. Nanti akan ada tim pemandu yang menjelaskan sejarah tersebut,” imbuhnya.

BACA JUGA:Pemkot Madiun Wajibkan Skrining TBC untuk Karyawan Dapur MBG Demi Keamanan Ribuan Anak

Saat ditanya mengenai konsep wisata yang dikembangkan, Bagus menegaskan bahwa pendekatannya tidak tunggal. “Iya, wisata sejarah, religi, dan budaya,” tegasnya.

Dalam pengembangan tersebut, peran Pokdarwis menjadi kunci. Bagus menekankan bahwa Pokdarwis harus mampu membaca potensi lokal sekaligus mendorong pergerakan ekonomi warga setempat.

“Pokdarwis di Kuncen dan Taman akan membaca potensi lokal dan menata wilayahnya. Tugas utama mereka adalah memastikan ekonomi di wilayah tersebut bergerak. Maka dari itu, Pokdarwis harus berkolaborasi dengan destinasi wisata yang sudah ada,” katanya.

BACA JUGA:Program Rujakan Bumil Perkuat Upaya Pemkot Madiun Wujudkan Generasi Sehat

Kategori :