SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menjelang libur Lebaran 2026, Kantor SAR Kelas A Surabaya mulai memetakan dan meningkatkan kesiapsiagaan ratusan personel di sejumlah titik rawan bencana di Jawa Timur.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan pihaknya menetapkan status siaga khusus menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.
"Pada prinsipnya kami selalu standby 24 jam, baik saat libur maupun tidak. Namun menjelang Lebaran, dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan potensi cuaca ekstrem, kesiapsiagaan kami tingkatkan," kata Nanang, saat ditemui di kantor BASARNAS Surabaya, Rabu, 11 Februari 2026.
Mini Kidi--
Menurutnya, pergerakan massa yang tinggi selama mudik dan liburan berpotensi memicu berbagai kerawanan, mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga bencana alam. Karena itu, Basarnas melakukan pemetaan wilayah rawan dan menempatkan tim di lokasi-lokasi strategis.
Sebanyak 180 personel akan disebar di kantor, pos siaga, ruas jalan tol, kawasan wisata, hingga daerah rawan longsor. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Mojokerto, Lamongan, dan sejumlah daerah di pesisir utara Jawa Timur.
BACA JUGA:Keluarga Korban Tunggu Perkembangan Evakuasi dari Basarnas
Selain bencana darat, Basarnas juga mewaspadai potensi kecelakaan di perairan, khususnya di wilayah Madura dan Sumenep. Nanang menyebut, pada tahun 2025 hingga awal 2026, insiden laut yang melibatkan nelayan cukup dominan terjadi di kawasan tersebut.
"Kami juga fokus di perairan Madura, terutama Sumenep, karena cukup banyak kejadian kecelakaan kapal. Di sana kami siapkan layanan dan personel siaga," terangnya.
Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang, Basarnas turut memperkuat sarana dan prasarana pendukung.
BACA JUGA:Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang, Dimakamkan di Keputih
Sebagai langkah antisipasi, Basarnas juga telah menggeser personel ke sejumlah wilayah strategis dan membuka unit siaga baru, termasuk di Lamongan dan Sumenep, meski proses administrasi masih berjalan.
"Kami utamakan kesiapan di lapangan. Soal administrasi menyusul, yang penting pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," pungkas Nanang.
Dengan peningkatan kesiapsiagaan ini, Basarnas berharap masyarakat dapat menjalani mudik dan libur Lebaran 2026 dengan aman dan nyaman, serta risiko kecelakaan maupun bencana dapat diminimalkan. (Ain)