Rindu di Jalur Mudik
Muhammad Ridho--
Gema takbir memang belum berkumandang, namun denyut nadi Terminal, Stasiun, dan Pelabuhan mulai riuh dipadati pemudik.
Memasuki pekan kedua Maret 2026, arus mudik Lebaran 1447 H resmi dimulai. Jutaan perantau sudah memadati simpul-simpul transportasi.
Membawa kerinduan yang telah dipendam untuk segera sampai ke pelukan keluarga di kampung halaman.
BACA JUGA:Sidang Sempro dan Sidang Hati

Mini Kidi Wipes.--
Di balik narasi romantis tentang kepulangan, ada kerja keras yang tak kunjung padam dari para pelayan publik.
Tahun ini, sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi jangkar bagi keselamatan para pencari rindu tersebut.
BACA JUGA:Padel: Gaya Hidup dan Peluang Bisnis Baru

Gempur Rokok Illegal--
Pemerintah Provinsi memahami bahwa mudik adalah hak setiap warga, tanpa terkecuali.
Melalui program Mudik Gratis 2026, pemerintah hadir untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Ratusan angkutan lebaran disiagakan di berbagai simpul keberangkatan. Program ini tidak hanya sekadar memberikan tumpangan cuma-cuma, tetapi merupakan upaya nyata pemerintah dalam mendistribusikan kebahagiaan secara merata.
BACA JUGA:Mencharging Iman
Sementara itu, di bawah terik matahari dan dinginnya angin malam, ribuan personel kepolisian berdiri tegak sebagai garda terdepan.
Sumber:




