Nikmatnya Salat di Rooftop Masjidil Haram, Melangitkan Doa di Antara Desir Angin Malam

Minggu 08-02-2026,07:58 WIB
Reporter : Rakhmat Hidayat
Editor : Fatkhul Aziz

MAKKAH, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Denyut spiritual di Masjidil Haram tak pernah berhenti. Jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia terus mengalir, memenuhi setiap jengkal shof untuk menghadap Kakbah, memasrahkan diri sepenuhnya kepada Sang Khalik.

Baik untuk salat wajib, ibadah sunah, maupun rangkaian umrah, suasana rumah Allah ini selalu riuh dengan lantunan doa.

BACA JUGA:Swalayan Terbang di Kabin Lion Air, Cara Penumpang Usir Jenuh Menuju Makkah


Mini Kidi--

​Pantauan Memorandum, kepadatan jemaah tampak merata di setiap sudut, termasuk di area rooftop (lantai teratas) Masjidil Haram.

Meski embusan angin malam mulai membawa hawa dingin yang menusuk tulang, hal itu tak sedikit pun menyurutkan semangat para tamu Allah untuk tetap bersujud.

BACA JUGA:Menapaki Situs Sejarah di Tanah Suci, City Tour Hari Ke-7 Jemaah Bakkah Travel

​“Suasana batin terasa sangat tenang, seolah rasa damai itu mengalahkan dinginnya udara malam di sini,” ujar Ridwan Dwiki, jemaah umrah asal Jawa Timur yang berangkat melalui Bakkah Travel, pada hari Sabtu 7 Februari 2026.

​Ridwan, pria yang juga bapak satu anak ini, memilih menghabiskan waktu dengan memperbanyak iktikaf. Sambil menunggu masuknya waktu Isya, ia tampak khusyuk membaca Alquran secara tartil dan menjalankan salat-salat sunah.

BACA JUGA:Efisiensi dan Kenyamanan Jemaah Bakkah Umrah Nikmati Kereta Cepat Haramain

​“Sambil menunggu Isya, saya memilih bertahan di Masjidil Haram. Momen ini saya manfaatkan untuk memperbanyak doa dan ibadah,” imbuhnya dengan nada rendah hati.

​Semangat serupa ditunjukkan oleh Rakhmat Hidayat. Warga Tawangsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo ini mengaku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan berada di tanah suci.

BACA JUGA:Hadapi Umrah Kedua, Jemaah Bakkah Travel Fokus Penguatan Fisik

Meski jarak hotel tempatnya menginap sekitar 600 meter dari masjid, ia tetap bersemangat menuju pusat kiblat.

​“Selama badan masih kuat, ya harus go ke Masjidil Haram. Sebisa mungkin mendekat ke Kakbah,” urai Rakhmat penuh semangat.

Kategori :