Perjalanan MU musim ini sempat berliku. Kepergian mendadak Ruben Amorim di awal tahun, ditambah sejumlah hasil kurang memuaskan, sempat membuat situasi tim tidak menentu.
Namun, penunjukan Carrick mantan gelandang, kapten, sekaligus bagian dari staf pelatih United perlahan mengubah arah tim hingga akhir musim.
Kemenangan atas Tottenham melengkapi rangkaian hasil positif setelah sebelumnya MU menaklukkan Manchester City, Arsenal, dan Fulham.
Dalam duel melawan Spurs, dua gol Setan Merah dicetak Bryan Mbeumo dan Bruno Fernandes, memastikan kemenangan 2-0 atas tim tamu yang harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama.
Hasil ini menjadi momen spesial bagi Manchester United. Untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, MU mampu meraih empat kemenangan beruntun di Liga Premier.
Tambahan tiga poin juga mengantarkan mereka ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 44 poin, dua angka lebih baik dibanding raihan mereka pada periode yang sama musim lalu.
Meski demikian, Carrick memilih tetap merendah. Ia menilai perubahan yang terjadi tidak bisa dijelaskan secara sederhana dan menekankan pentingnya komitmen serta keterlibatan seluruh elemen tim.
“Saya senang dengan komitmen dan koneksi di dalam tim. Semua orang benar-benar terlibat, dan itu sangat membantu,” ujar Carrick.
Ia juga menilai kondisi emosional yang positif memberi pengaruh besar terhadap performa di lapangan," jelasnya.
Menurut Carrick, setiap pertandingan memiliki tantangan berbeda. Menghadapi Tottenham, MU dituntut mengontrol tempo, bermain sabar, dan tetap menunjukkan kualitas.
Ia menegaskan empat laga yang dilalui sejauh ini berjalan dengan karakter yang berbeda-beda, sehingga timnya tidak boleh cepat puas.
“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami tidak boleh terbawa suasana, dan saya sepenuhnya menyadari hal itu,” tegasnya.
Dalam laga tersebut, Carrick turut memberikan apresiasi tinggi kepada Bruno Fernandes yang kembali tampil sebagai pemimpin di lapangan.
Sebaliknya, Tottenham harus menerima pukulan setelah kapten mereka, Cristian Romero, diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras.
Pelatih Spurs, Thomas Frank, membela anak asuhnya dengan menyebut Romero berusaha merebut bola, meski akhirnya harus menerima kartu merah.
Ia mengungkapkan sang pemain telah menyampaikan permintaan maaf kepada rekan setimnya usai pertandingan.
Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Manchester United dalam persaingan papan atas Liga Inggris, meski Carrick menegaskan perjalanan menuju target akhir musim masih panjang.