Alasan Matcha Dikaitkan dengan Program Diet
Perubahan gaya hidup turut memengaruhi kebiasaan konsumsi minuman. Jika sebelumnya kopi kerap menjadi pilihan utama saat diet, kini sebagian anak muda mulai beralih ke matcha.
Salah satu alasannya adalah proses penyerapan kafein dalam matcha yang berlangsung lebih perlahan dan cenderung lebih lembut bagi tubuh. Konsumsi matcha tidak menimbulkan efek mendadak seperti jantung berdebar atau gangguan pencernaan berlebihan.
Selain itu, matcha juga fleksibel dalam penyajian. Banyak orang mengonsumsinya dengan tambahan susu rendah lemak atau susu nabati, serta mengurangi penggunaan pemanis agar tetap sesuai dengan tujuan diet.
Cara Mengonsumsi Matcha dengan Tepat
Agar manfaat matcha tetap optimal, minuman ini sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan gula atau pemanis. Takaran yang dianjurkan adalah satu hingga dua sendok per hari untuk menghindari efek samping akibat kandungan kafein.
Waktu konsumsi yang disarankan adalah pagi atau sore hari guna membantu meningkatkan energi dan metabolisme tubuh. Selain itu, penting untuk memilih matcha murni 100 persen tanpa campuran pewarna maupun perisa tambahan agar tetap berfungsi sebagai minuman sehat alami.
BACA JUGA:Peduli Veteran, Bupati Gatut Sunu Janjikan Kursi Roda dan Bantuan Program Kebangsaan untuk Anak Muda
Meski kerap dikaitkan dengan program diet, matcha bukanlah solusi instan. Konsumsinya tetap perlu diimbangi dengan pola makan bergizi serta aktivitas fisik yang seimbang agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.
Bagian dari Pola Hidup Sehat
Popularitas matcha dalam program diet menunjukkan adanya perubahan cara pandang masyarakat terhadap kesehatan. Diet kini tidak lagi dianggap sebagai pembatas yang menyulitkan, melainkan sebagai proses memilih asupan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Di tengah maraknya minuman tinggi gula, matcha hadir sebagai alternatif yang lebih sederhana, alami, dan relatif aman dikonsumsi. Bagi sebagian orang, kebiasaan minum matcha menjadi langkah kecil menuju pola hidup sehat.