Sering Salah Kaprah, Ini Cara Membedakan Cemas, Depresi, dan Psikosomatik

Jumat 06-02-2026,04:00 WIB
Reporter : Mg/Nur Zuwidatul Chusnah
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Meski sering tumpang tindih, cemas, depresi, dan psikosomatik tetap dapat dibedakan melalui pemahaman yang tepat dan evaluasi profesional. Penanganan yang berfokus hanya pada gejala fisik tanpa menyentuh aspek psikologis sering kali membuat keluhan berulang dan sulit sembuh.

Langkah Bijak Menghadapi Keluhan Cemas, Depresi, dan Psikosomatik

1. Tidak mengabaikan keluhan fisik yang berulang

Pemeriksaan medis tetap penting. Namun, jika hasilnya normal dan keluhan terus berulang, faktor psikologis perlu dipertimbangkan secara serius.

2. Menghindari diagnosis dan pengobatan mandiri

Informasi yang tidak tepat justru dapat meningkatkan kecemasan dan memperkuat rasa takut terhadap kondisi tubuh.

3. Mencari bantuan tenaga profesional

Konsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan atau psikiater membantu menentukan apakah gejala mengarah pada gangguan cemas, depresi, atau kombinasi keduanya.

4. Memperbaiki pola hidup sehari-hari

Tidur cukup, makan teratur, aktivitas fisik ringan, serta pengelolaan stres berperan besar dalam menenangkan sistem saraf dan menjaga keseimbangan tubuh.

5. Fokus pada akar masalah, bukan hanya gejala

Penanganan kondisi emosional yang mendasari akan membantu meredakan keluhan fisik secara bertahap dan berkelanjutan.

Kesehatan mental bukan soal ketahanan semata, melainkan tentang kesadaran membaca sinyal diri dan keberanian untuk mencari pertolongan yang tepat. Dalam banyak kasus, ketika aspek psikologis ditangani dengan benar, tubuh dan pikiran dapat kembali menemukan keseimbangannya. 

Memahami diri sendiri, pada akhirnya, menjadi langkah awal menuju proses pemulihan yang lebih utuh dan berkelanjutan. (Mg/Nur Zuwidatul Chusnah) 

Kategori :