Anak 13 Tahun di Surabaya Alami Perundungan, Polisi Periksa 12 Saksi

Rabu 04-02-2026,19:04 WIB
Reporter : Wendy Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Polrestabes Surabaya memeriksa 12 saksi dalam kasus perundungan terhadap CA (13) warga Simokerto, termasuk korban dan orangtuanya, guna mengungkap rangkaian kejadian yang viral di media sosial, Rabu 4 Februari 2026.

BACA JUGA:Lawan Perundungan Digital, Dindik Jatim Jadikan Bioskop Ruang Refleksi Karakter Guru

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengatakan, belasan saksi tersebut telah dimintai keterangan oleh penyidik.


Mini Kidi--

“Sudah kita periksa 12 saksi termasuk dari pihak korban dan orang tua korban,” katanya.

BACA JUGA:Cegah Perundungan dan Kenakalan Remaja, Polsek Lakarsantri Sosialisasi di SMP Negeri 40 Surabaya

Selain itu, penyidik juga meminta keterangan dari masing-masing terlapor yang didampingi orangtua serta pekerja dari Kementerian Sosial.

BACA JUGA:Aksi Heroik di Tol Sumo, Bocah Korban Perundungan Berhasil Diselamatkan Polisi dan Warga

“Karena terlapor juga masih anak-anak, penyidik harus berhati-hati. Tentu kami menjunjung tinggi hak-hak anak,” tegasnya.

Sebagai informasi, orangtua CA melaporkan delapan teman anaknya terkait kasus perundungan tersebut, yakni SL (13), DA (12), CPR (13), SPE (14), IR (14), GA (14), dan PR (13).

Akibat perundungan yang dialami, CA mengalami depresi hingga gangguan tidur serta sejumlah luka di beberapa bagian tubuh. Kasus ini mencuat setelah beredar video perundungan di media sosial yang kemudian viral dan menarik perhatian warganet.

BACA JUGA:Cegah Perundungan, Gaungkan Pelopor dan Pelapor di Sekolah

Dalam video tersebut, terlihat seorang anak perempuan mengenakan baju hitam dikelilingi sembilan teman sebaya yang melakukan intimidasi verbal dan kekerasan. Belakangan diketahui video viral itu merupakan rekaman salah satu pelaku yang disebarkan melalui status WhatsApp hingga diketahui pengurus kampung setempat.

BACA JUGA:Cegah Perundungan di Ngawi, Polsek Geneng Sosialisasi ke Siswa SDN

Kejadian perundungan dialami korban beberapa kali, terakhir pada 30 Desember 2025, dengan aksi menampar pipi korban hingga lebam.

Kategori :