SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kampung Jamu di Kelurahan Kedurus, RW 01, berkembang sebagai sentra produksi jamu tradisional berkat peran perantau asal Jawa Tengah yang menetap dan berjualan secara turun-temurun, Selasa 3 Februari 2026.
BACA JUGA:Obati Rindu Kampung Halaman, Restoran Jawa di Madinah Jadi Magnet Jemaah Jatim
Wilayah tersebut dikenal sebagai Kampung Jamu, sebuah permukiman yang menjadi pusat produksi jamu tradisional yang dibawa oleh para perantau asal Jawa Tengah.
Mini Kidi--
Lurah Kedurus Wisnu Purwowiyono mengungkapkan bahwa sejarah Kampung Jamu bermula dari kedatangan warga luar Kota Surabaya, khususnya dari daerah Jawa Tengah. Mereka kemudian menetap dengan menyewa kos maupun membangun rumah sendiri dari hasil berjualan jamu.
BACA JUGA:Kampung Warna Warni RW 13 Manukan Kulon Jadi Ikon Kreativitas Warga Surabaya
Menurutnya, pada awalnya warga hanya memproduksi minuman jamu siap minum untuk dijual dengan cara berkeliling. Seiring berjalannya waktu, muncul inovasi pembuatan jamu instan agar lebih awet dan praktis.
BACA JUGA:Inovatif! Kolaborasi Warga RW 9 Manukan Kulon Ciptakan Kampung Tematik Berbasis RT
Inovasi tersebut tidak lepas dari peran istrinya yang turut berbagi ilmu kepada warga sekitar.
"Dulu cuma bikin minuman jamu, terus pernah diajarkan sama istri saya bikin yang instan supaya lebih awet, akhirnya sekarang warga selain jual minuman jamu, juga menjual yang kemasan instan," ujar Wisnu.
BACA JUGA:Kelurahan Manukan Kulon Surabaya Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Kampung Tematik
Selain itu, terdapat rencana pengembangan lanjutan untuk mengolah ampas perasan jamu menjadi permen, meski saat ini fokus utama masih pada produksi minuman jamu dan kemasan instan.
Hingga kini, jumlah penjual jamu di kawasan tersebut tergolong banyak dan mayoritas masih menjajakan dagangannya dengan cara berkeliling.
BACA JUGA:Menolak Punah! Kampung Tape Tandes Berjuang Lestarikan Kuliner Tradisional di Tengah Gempuran Zaman
"Banyak yang berjualan, mayoritas memang perantau. Ada yang dari hasil jualan itu sudah bisa beli rumah di situ, ada juga yang masih kos tapi usahanya tetap jalan lancar," pungkas Wisnu. (yat)