SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kreativitas warga RW 8 Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, patut diacungi jempol, Selasa 3 Februari 2026. Melalui pemanfaatan lahan terbengkalai dan ketelatenan dalam budidaya maggot, wilayah ini sukses menyabet Juara 1 Lomba Kampung Surabaya Hebat tahun 2023.

Mini Kidi--
Lurah Kedurus, Wisnu Purwowiyono, mengungkapkan keberhasilan RW 8 tidak lepas dari kemampuan warga memenuhi berbagai kriteria penilaian ketat di tingkat kota. Salah satu ikon unggulan wilayah tersebut adalah pengelolaan budidaya maggot yang terorganisir dengan baik.
BACA JUGA:Sinergi Wujudkan Kampung Madani, Owner Pasar Buah Tanjungsari 77 Surabaya Salurkan Sembako
Budidaya maggot dilakukan di sebuah rumah kosong milik pengembang yang sudah lama tidak terjual. Warga berinisiatif memanfaatkan bangunan tersebut sebagai rumah produksi maggot.
“Ada space lahan sisa di pojok yang dimanfaatkan warga. Daripada tidak terpakai, kelompok budidaya di sana mengelolanya untuk tempat penetasan hingga proses perkawinan maggot,” ujar Wisnu.
BACA JUGA:Kampung Warna Warni RW 13 Manukan Kulon Jadi Ikon Kreativitas Warga Surabaya
Wisnu menambahkan, budidaya maggot ini tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Warga mengelola siklus hidup maggot secara lengkap, mulai dari pembelian bibit telur, pembesaran, hingga proses perkawinan untuk menghasilkan telur kembali.
“Harganya lumayan mahal. Penjualannya pun sudah merambah ranah digital atau online dan dikirim ke berbagai pembeli,” tambahnya.
BACA JUGA:Kelurahan Manukan Kulon Surabaya Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Kampung Tematik
Meski lomba kampung tidak diselenggarakan pada 2024 dan 2025, Wisnu terus memacu semangat warga agar tidak kendor. Sebagai penyandang juara pertama pada 2023, RW 8 dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi.
“Kalau mau ikut lomba lagi, harus ditingkatkan ke kelas yang lebih tinggi. Tidak bisa stagnan. Kami dari kelurahan terus mendorong warga untuk mempertahankan kualitas dan meningkatkan inovasi agar ikon seperti budidaya maggot ini tetap eksis,” pungkasnya.