Dishub Jatim Bidik Target PAD Rp100 Miliar lewat Digitalisasi dan Ekspansi Trans Jatim

Kamis 29-01-2026,17:10 WIB
Reporter : Alif Bintang
Editor : Aris Setyoadji

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dinas Perhubungan Jawa Timur menargetkan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp100 miliar melalui digitalisasi layanan, optimalisasi aset transportasi, dan ekspansi rute Trans Jatim, Kamis 29 Januari 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Jatim Nyono mengatakan, target pendapatan yang saat ini berada di angka Rp55 miliar diproyeksikan meningkat signifikan seiring berbagai terobosan dan inovasi yang dijalankan.


Mini Kidi--

“Dengan berbagai terobosan dan inovasi yang terus kami lakukan, kami optimistis target ini bisa tembus hingga Rp100 miliar,” ujar Nyono.

Menurutnya, peningkatan pendapatan dilakukan dengan memaksimalkan potensi komersial armada Trans Jatim dan Trans Laut, salah satunya melalui pemanfaatan badan bus dan kapal sebagai media reklame.

Selain itu, Dishub Jatim juga mengembangkan Terminal On System (TOS), yakni sistem digital masuk kendaraan di terminal untuk menjamin transparansi dan efisiensi penarikan retribusi.

BACA JUGA:Tiket Lebaran 2026 Dibuka, Dishub Jatim Pastikan Armada Siap dan Mudik Gratis Tetap Bergulir

Optimalisasi fasilitas terminal milik Pemprov Jatim, termasuk pelabuhan pengumpan di Paciran dan Banyuwangi, turut menjadi sumber pendapatan baru yang terus dikembangkan.

“Melalui iklan di Trans Jatim dan Trans Laut, serta biaya masuk terminal melalui sistem TOS, alhamdulillah saat ini kita sudah bisa mengantongi sekitar Rp1 miliar sebagai awalan,” tambah Nyono.

BACA JUGA:Kadishub Jatim Hormati Proses Hukum Penyidikan Dugaan Korupsi PT DABN

Nyono menegaskan, transparansi menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut. Saat ini, sistem TOS baru diuji coba di lima terminal dan ke depan akan diterapkan di seluruh 29 terminal milik Pemprov Jatim.

Selain digitalisasi, Dishub Jatim juga memprioritaskan ekspansi rute Trans Jatim dengan fokus wilayah Gerbangkertosusila, menyesuaikan ketersediaan anggaran dan kebutuhan masyarakat.

“Kami berupaya membuka akses yang lebih luas. Jika dukungan anggaran bertambah, pengembangan rute Trans Jatim di wilayah strategis akan langsung kami akselerasi,” pungkasnya. (bin)

Kategori :