MEMORANDUM.DISWAY.ID-Manchester United tengah diliputi kekhawatiran terkait kondisi Patrick Dorgu yang berpotensi menepi selama beberapa pekan.
Dilansir ESPN, Dorgu mengalami cedera usai laga kontra Arsenal, Minggu lalu.
Pemain tim nasional Denmark itu tampil gemilang dengan mencetak gol spektakuler dalam kemenangan 3-2 Manchester United di Stadion Emirates.
Namun, Dorgu harus ditarik keluar sekitar sembilan menit sebelum pertandingan usai karena mengalami masalah fisik.
Pelatih sementara Manchester United, Michael Carrick, sempat menyampaikan usai laga bahwa ia berharap cedera tersebut hanya berupa kram.
Kendati demikian, Dorgu tidak mengikuti agenda media pascapertandingan lantaran harus menjalani perawatan intensif.
BACA JUGA:Kejurprov Liga 1 Muaythai Jatim 2026, 13 Atlet Kabupaten Malang Borong Medali
Mini Kidi--
Hasil pemeriksaan lanjutan pada Senin menunjukkan bahwa kondisi cedera Dorgu diduga lebih serius dari perkiraan awal. Pemain berusia 21 tahun itu pun berpeluang absen lebih lama dari yang diharapkan.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa hingga kini Manchester United belum dapat memastikan jadwal kembalinya Dorgu ke lapangan.
Kepastian baru akan diperoleh setelah tes lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa.
Jika harus menepi dalam waktu lama, absennya Dorgu tentu menjadi pukulan bagi Carrick. Pasalnya, sang pemain selalu mencetak gol dalam dua laga terakhir di bawah arahan Carrick, yakni saat kemenangan 2-0 atas Manchester City dan saat menundukkan Arsenal.
Manchester United dijadwalkan menghadapi Fulham di Old Trafford pada Minggu mendatang. Setelah itu, Setan Merah masih harus melakoni rangkaian pertandingan melawan Tottenham Hotspur, West Ham United, dan Everton hingga akhir Februari.
Di sisi lain, kelompok pendukung Manchester United bernama The 1958 menyatakan akan melanjutkan rencana aksi protes jelang laga melawan Fulham.
Aksi tersebut ditujukan kepada pemilik mayoritas klub, keluarga Glazer, serta pemegang saham minoritas Sir Jim Ratcliffe.
“Hasil positif belakangan ini adalah buah kerja Michael Carrick dan para pemain. Itu terjadi terlepas dari buruknya kepemilikan klub, bukan karena mereka,” ujar perwakilan The 1958.
Ia menegaskan bahwa Manchester United terus terjebak dalam berbagai persoalan manajerial. Menurutnya, para penggemar tidak boleh terbuai oleh dua kemenangan terakhir.
“Klub ini terus berpindah dari satu krisis ke krisis berikutnya. Kami sudah terlalu sering berada di situasi seperti ini. Protes kami tidak pernah soal hasil di lapangan, bukan sekarang dan tidak pernah selama 21 tahun terakhir,” tegasnya.
Lebih lanjut, The 1958 menilai akar persoalan Manchester United terletak pada model kepemilikan klub yang dinilai tidak sehat dan berulang kali mengecewakan para pendukung setianya.