Surabaya, memorandum.co.id - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim mendesak pemerintah lebih perhatian kepada tenaga kesehatan. Sebab semakin banyaknya tenaga kesehatan (nakes) yang gugur akibat terpapar Covid-19. Di Jawa Timur, tercatat 176 lebih nakes yang terpapar Covid-19. Ketua Umum DPW Irwan Setiawan menyampaikan pentingnya peran para nakes ini. Karena nakes menjadi garda terdepan memberantas penyebaran Covid-19. Data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dan Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim, dari jumlah yang terpapar tersebut, setidaknya 10 dokter dan 8 perawat telah meninggal dunia. " Banyaknya nakes yang terpapar menandakan perlindungan terhadap mereka masih belum optimal," ujarnya. Dengan meningkatnya perlindungan bagi para nakes, Irwan berharap tak ada lagi nakes yang terpapar Covid dan gugur. "Sebab satu orang nakes sangatlah berarti dalam menyelamatkan kita semua dari wabah ini. PKS Jatim minta agar pemerintah juga memberikan penghargaan kepada para nakes yang gugur dalam pengabdiannya karena Covid-19," katanya. Irwan menuturkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah. Seperti, memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) lengkap di tiap rumah sakit. "Baju hazmat, masker N95, dan APD lainnya mesti dalam kondisi tersedia dalam stok yang memadai. Pemerintah harus cek satu demi satu di lapangan," katanya. Lanjut Irwan, memastikan bangunan dan manajemen rumah sakit telah disesuaikan dengan protokol Covid-19. "Misalnya memisahkan koridor pasien Covid-19, ruang ganti nakes yang memadai, ruang istitahat, juga asupan gizi bagi para nakes. Ini kalau tidak dicek satu-satu bisa terabaikan," tuturnya. Disampaikan Irwan, perlindungan hukum dan keamanan terhadap nakes. "Ada nakes yang dituduh tidak memperlakukan pasien dengan baik padahal sudah sesuai protokol Covid-19. Ada pula yang digerudug keluarga pasien karena ingin mengambil jenazah. Ada juga yang memaksa membawa pulang pasien covid. Ini perlu perlindungan dari aparat keamanan agar beban nakes tidak ditambah dengan kekerasan fisik atau pun kriminalisasi," jelasnya. Berikutnya pencairan insentif bagi tenaga kesehatan sebagaimana yang dijanjikan pemerintah. Saat ini muncul keluhan pencairan insentif terhambat soal verifikasi. "Saya pikir database tenaga kesehatan pasti lengkap. Karena ada pendidikannya, ada organisasi profesi, ada manajemen rumah sakit, bahkan kepegawaian pemerintah. Jadi verifikasinya tidak sulit. Jumlahnya juga tidak sebanyak penerima Bansos. " terang Irwan.(day/tyo)
PKS Jatim Desak Kebijakan Perlindungan Tenaga Kesehatan
Senin 06-07-2020,18:58 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 03-04-2026,13:13 WIB
132 Dapur MBG Dibangun di Gresik, Kualitas dan Standar Pelaksanaan Program Diperkuat
Jumat 03-04-2026,14:07 WIB
DPRD Gresik Turut Awasi MBG, Komunikasi Pelaksana di Lapangan Dinilai Masih Lemah
Jumat 03-04-2026,21:40 WIB
Empat Kendaraan Terlibat Kecelakaan Maut di Duduksampeyan Gresik, 1 Pengendara Motor Tewas
Jumat 03-04-2026,13:28 WIB
Memahami Makna Tri Hari Suci, Napak Tilas Perjalanan Iman, Pengorbanan, dan Kemenangan Umat Kristiani
Jumat 03-04-2026,13:00 WIB
Inovatif! Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan Banjir Aceh-Sumut Jadi Material Huntara Warga
Terkini
Sabtu 04-04-2026,12:29 WIB
Investasi Masa Depan Jember, Gus Fawait Kawal Ribuan Beasiswa dan Kesejahteraan Petugas Garda Terdepan
Sabtu 04-04-2026,11:51 WIB
Dikeluhkan Pedagang Pasar Wonokromo, Bulog Siapkan Langkah untuk Tambah Distribusi Minyak Kita
Sabtu 04-04-2026,11:37 WIB
Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting Pasca Lebaran
Sabtu 04-04-2026,11:01 WIB
MPL ID S17 Memanas, ONIC dan Dewa United Ambil Poin Penuh di Week 2 Hari Pertama
Sabtu 04-04-2026,10:44 WIB