MAGETAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan mengimbau wisatawan dan penjaja makanan di kawasan Telaga Sarangan Kecamatan Plaosan agar meningkatkan kewaspadaan menyusul dua kejadian tanah longsor dalam sepekan terakhir, Selasa 20 Januari 2026.
BACA JUGA:Ketua DPRD Magetan Sidak Talud Sarangan Ambrol
Peristiwa longsor tersebut dinilai menjadi sinyal penting bagi seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan wisata Telaga Sarangan.
Mini Kidi--
Kepala Disbudpar Kabupaten Magetan Joko Trihono melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pariwisata Eka Raditya memastikan pihaknya telah melakukan mitigasi bencana serta pemasangan papan informasi peringatan di area rawan.
BACA JUGA:Patroli Polwan Berkuda Sedot Perhatian Wisatawan Sarangan
“Di sana kami beri rambu-rambu penunjuk waspada area rawan longsor kepada para wisatawan dan warga sekitar,” ucap Eka Raditya.
BACA JUGA:Talud Sarangan Ambrol, Sejumlah Motor Wisatawan Terjebur Telaga
Ia menjelaskan kawasan wisata lereng Gunung Lawu tetap dibuka untuk wisatawan dengan imbauan agar selalu berhati-hati dan waspada.
BACA JUGA:Bupati Nanik dan Kapolres Erik Resmikan Pos Polisi Sarangan serta SPKT Polres Magetan
Namun demikian, sejumlah titik rawan bencana di sisi barat dan selatan telah dilakukan penutupan jalur untuk penanganan lebih lanjut. Eka Raditya juga meminta peran aktif seluruh pihak mulai pelaku usaha pariwisata, warga, BPBD, kepolisian, hingga Perhutani.
BACA JUGA:Pemkab Magetan Layangkan SP Rumah Makan Sarangan Diduga Lakukan Gebuk Harga
Menurutnya, Disbudpar telah melayangkan surat permohonan kepada Perhutani sebagai pemilik aset untuk melakukan mitigasi dan evaluasi potensi longsor di sisi barat Telaga Sarangan.
“Langkah terakhir yang pernah kami lakukan adalah menyurati Perhutani untuk antisipasi dan mitigasi selaku pemilik aset,” imbuhnya.
BACA JUGA:Terganjal Kepemilikan Aset, Disbudpar Magetan Kesulitan Kembangkan Sarangan