“Saya harap, pemerintah daerah lebih agresif menggali potensi komoditas unggulan lokal. Harapannya, angka muatan balik dapat terus meningkat sehingga tercipta ekosistem distribusi yang seimbang dan berkelanjutan bagi ekonomi daerah,” tandas Anda.
BACA JUGA:Sambut Libur Nataru, Pemerintah Berikan Diskon Tiket Kapal PELNI ke Semua Rute
Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Surabaya, Roni Abdullah, menambahkan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak tetap menjadi hub vital. Sepanjang 2025, Surabaya menyumbang 43 persen dari total muatan berangkat PELNI secara nasional, atau sebesar 5.697 TEUs.
"Untuk tahun 2026, kami mengoperasikan empat trayek langsung dari Surabaya. Ini mempertegas posisi Surabaya sebagai motor penggerak keterjangkauan logistik di wilayah 3TP," jelas Roni. (bin)