SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Memasuki lembaran baru tahun 2026, Anggota DPD RI Lia Istifhama membawa pesan reflektif yang segar bagi masyarakat. Senator muda yang akrab disapa Ning Lia ini mengajak publik untuk tidak sekadar larut dalam euforia pergantian tahun, melainkan menjadikannya momentum untuk memperkuat kontribusi sosial.
BACA JUGA:Lia Istifhama: Aktivis Literasi yang Menulis dengan Hati
Mini Kidi--
Dengan gaya bicaranya yang lugas namun filosofis, Lia menekankan pentingnya kemandirian dan kebermanfaatan hidup.
“Jangan jadi benalu jika tidak mau hidup terasa ngilu,” cetus Ning Lia, Kamis, 1 Januari 2026.
BACA JUGA:Sengkarut Kasus Nenek Elina Senator Lia Istifhama Minta Polda Periksa Notaris
Kalimat tersebut menjadi pengingat tajam bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk berperan aktif bagi lingkungannya, sekecil apa pun itu.
Menurutnya, mentalitas memberi adalah kunci agar hidup terasa lebih bermakna dan terhindar dari ketidaktenangan batin.
BACA JUGA:Jatim Raih Dua Penghargaan Naker Award 2025, Lia Istifhama Apresiasi Konsistensi Produktivitas
Meski tahun 2025 telah usai, optimisme Lia tampak tak memudar. Dikenal dengan senyum khasnya yang hangat, ia seolah menjadi simbol konsistensi pelayanan bagi konstituennya. Kehangatan ini ia tuangkan dalam bait pantun yang jenaka namun sarat makna.
“Buah delima dipotong telu, buah pepaya dipotong wolu. Meski 2025 berlalu, tapi senyum Ning Lia takkan berlalu,” ujarnya.
BACA JUGA:Senator Lia Istifhama Minta BPJS Kesehatan Tetap Layani Warga yang Belum Terbukti Bersalah
Tak hanya soal refleksi diri, Lia juga mengingatkan masyarakat untuk segera kembali ke ritme kerja yang produktif usai menikmati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Baginya, semangat kerja adalah bahan bakar utama untuk mewujudkan target-target di tahun yang baru.
“Ikan kerapu berenang di Selat Bali, selesai libur Nataru ayo semangat kerja kembali,” tambahnya.
BACA JUGA:Genap Setahun Memimpin, Ning Lia Istifhama Puji Capaian Nyata Pemerintahan Prabowo-Gibran