Kemensos Coret 1,9 Juta KPM, Kabupaten Pasuruan Masih Aman

Minggu 28-12-2025,14:48 WIB
Reporter : Muhamad Hidayat
Editor : Fatkhul Aziz

“Dalam praktiknya, ditemukan ada bantuan yang tidak diambil. Alasannya beragam, mulai dari penerima yang sudah pindah domisili hingga kondisi ekonominya yang memang sudah membaik,” jelasnya.

Fenomena membaiknya ekonomi penerima tercatat terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Bangil dan Purwodadi. 

Sejumlah warga dilaporkan telah bergeser dari kelompok desil bawah (sangat miskin) ke desil yang lebih tinggi, sehingga secara otomatis tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

BACA JUGA:Hari Ini, Warga Desa Umbul Terima BLTS Kesra Rp 900 Ribu

Dalam proses penentuan kelayakan, Dinsos melibatkan pendamping sosial dan mengacu pada parameter Badan Pusat Statistik (BPS). 

Setidaknya ada 14 indikator kemiskinan yang menjadi standar mutlak bagi tim di lapangan.

"Kondisi sosial ekonomi warga itu dinamis. Pembaruan data adalah kunci agar tidak ada bantuan yang salah alamat. Kami ingin memastikan hak-hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap terlindungi," pungkasnya. (kd/mh)

Kategori :