Ribuan Alumni Ponpes Aksi Damai di Alun-alun Kota Situbondo

Sabtu 18-10-2025,18:56 WIB
Reporter : Fatur Bahri
Editor : Aris Setyoadji

SITUBONDO, MEMORANDUM.CO.ID – Ribuan alumni pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Timur melakukan aksi damai di Alun-alun Kota Situbondo pada Jumat 17 Oktober 2025.

Mereka menuntut pencabutan izin siar Trans7 karena menilai tayangan “Expose and Sensor” melecehkan kiai dan santri.


Mini Kidi--

Aksi damai tersebut diikuti oleh ribuan alumni Ponpes dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Para peserta membawa poster dan spanduk berisi kecaman terhadap Trans7 serta menyerukan penegakan etika jurnalistik yang bermartabat.

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah bersama Ketua DPRD Mahbub Junaidi dan sejumlah pengurus PCNU Situbondo juga tampak hadir dalam aksi yang digelar di depan Pendopo Rakyat Situbondo.

Pantauan di lapangan, selain melakukan aksi damai menuntut pencabutan izin Trans7, ribuan alumni Ponpes juga menggelar doa bersama demi keselamatan bangsa.

BACA JUGA:Rutan Situbondo Gelar Skrining TBC bagi Ratusan Warga Binaan

Para koordinator alumni dari sejumlah pondok pesantren besar di Jawa Timur seperti Ponpes Lirboyo, Zainul Hasan Genggong, Nurul Jadid Probolinggo, Sidogiri Pasuruan, dan Ponpes Sukorejo turut menyampaikan orasi.

Mereka secara tegas meminta izin Trans7 dicabut karena dinilai merusak marwah pesantren.

Habib Jafar, salah satu orator aksi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan demonstrasi, melainkan penyampaian aspirasi untuk menjaga kehormatan para kiai dan santri.

BACA JUGA:Inspektorat Situbondo Temukan Kerugian Negara Rp15 Miliar dari Dana Desa

“Jangan ajari santri tentang etika jika beritanya tidak beretika. Kita di sini panas-panasan, tapi panasnya tidak sepanas beritanya Trans7,” ujarnya.

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah menyampaikan apresiasinya kepada para alumni pondok pesantren yang menyampaikan aspirasi dengan damai dan tertib.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Situbondo, kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh alumni Ponpes Situbondo. Kami sebagai pemerintah wajib mengawal aspirasi yang dibawa,” ujar Ulfiyah.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan mengawal aspirasi tersebut hingga ke tingkat provinsi dan pusat.

BACA JUGA:Pemkab Situbondo Gelar Anugerah Inovasi Daerah 2025 Dorong Semangat Kreativitas ASN

“Jangan pernah khawatir, aspirasi ini akan kami kawal sampai provinsi dan pusat,” tegasnya.

Ulfiyah juga berharap agar keharmonisan antara ulama dan umara tetap terjaga di Situbondo.

“Kami berharap kita sama-sama menjaga keharmonisan antara alim ulama dan umara,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan menyatakan dukungan terhadap aspirasi yang disampaikan oleh para alumni Ponpes.

“Kami sudah mendengar langsung apa yang menjadi tuntutan dari kawan-kawan, kami, saya pribadi ikut mendukung,” ujarnya.

BACA JUGA:Bupati Yusuf Rio Ajak Warga Situbondo Jadi Manusia Pembelajar Melalui Festival Literasi

Menurutnya, aspirasi tersebut akan diteruskan secara berjenjang kepada pimpinan di Polda Jawa Timur.

“Kita berharap ini segera selesai, dan kalau memang ada pihak yang harus berhadapan dengan hukum, kita kawal bersama dengan hukum yang berlaku,” katanya.

AKBP Rezi juga mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas Situbondo.

BACA JUGA:Satpol PP Situbondo Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penindakan Rokok Ilegal

“Dengan doa para kiai, Kabupaten Situbondo akan tetap kondusif dan terus naik kelas seperti visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Situbondo,” pungkasnya.

Ribuan alumni Ponpes yang mengikuti aksi damai tersebut berasal dari sejumlah pondok pesantren besar di Jawa Timur, antara lain Ponpes Sidogiri Pasuruan, Lirboyo Kediri, Tebuireng Jombang, Nurul Huda Peleyan, Nurul Jadid Probolinggo, Walisongo Situbondo, Ponpes Sukorejo Situbondo, Ponpes Sumber Bunga Situbondo, dan Ponpes Langitan Tuban.

Kategori :