"Tidak menurup kemungkinan sejumlah siswa yang tidak masuk, juga mengalami keracunan diduga akibat menkonsumsi MBG,"kata Syaiful Bahri.
Menurutnya, karena siswa yang mengalami sakit perut cukup banyak, pihaknya berharap sejumlah siswa tersebut cepat sembuh, sehingga mereka bisa mengikuti kembali proses belajar mengajar di sekolah.
BACA JUGA:Ratusan Driver Ojol di Situbondo Gelar Aksi Damai dan Doa Bersama untuk Affan Kurniawan
"Selain itu, agar kasus serupa tidak terulang lagi, kami meminta kepada Satgas MBG, untuk meningkatkan pengawasan ke sejumlah dapur umum MBG di Situbondo,"pinta Syaiful Bahri.
Sementara itu, Mayor Aan Jauhari, salah seorang Satgas MBG di Situbondo mengatakan, begitu mendapat informasi sejumlah siswa mengalami sakit perut massal, tim Satgas MBG Kabupaten Situbondo, melakukan pengecekan langsung di lapangan.
BACA JUGA:Tipu Calon Jemaah Umrah Rp2,4 Miliar, Direktur PT Baginda Support System Ditangkap Polres Situbondo
"Untuk memastikan kondisi siswa. Satgas juga melakukan pengecekan menyeluruh ke dapur Sekolah Pusat Pengolahan Gizi (SPPG) Mimbaan Panji, yang mendistribusikan makanan ke sekolah SMAN 1 Panji,"bebernya.
Menurutnya, dapur SPPG Mimbaan, Kecamatan Panji, melayani 18 sekolah dengan total sebanyak 3.394 siswa penerima MBG. Dari jumlah tersebut, hanya 232 siswa di satu sekolah yang mengalami keluhan sakit perut, sementara siswa di sekolah lainnya tetap dalam kondisi sehat.
BACA JUGA:Aksi Damai di Mapolres Situbondo, HMI Gelar Shalat Ghaib untuk Affan Kurniawan
"Satgas MBG Situbondo berkomitmen menjaga mutu makanan yang dikonsumsi siswa. Oleh karena itu, setiap ada informasi sekecil apapun, langsung kami respon dengan cepat, transparan, dan berdasarkan hasil uji laboratorium,” tegasnya.