selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Gunakan Menu Makanan Kering, Program MBG di Surabaya Berlanjut Selama Ramadan

Gunakan Menu Makanan Kering, Program MBG di Surabaya Berlanjut Selama Ramadan

Penyajian menu MBG di SPPG Nikmat Barokah kawasan Rungkut --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kota Surabaya memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan libur selama bulan suci Ramadan 2026. Meski mayoritas siswa menjalankan ibadah puasa, distribusi asupan gizi tetap berjalan dengan penyesuaian mekanisme yang lebih fleksibel dan adaptif.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) resmi pemerintah pusat. Tujuannya yakni, memastikan standar nutrisi anak sekolah di Surabaya tidak terputus meski pola makan berubah.

BACA JUGA:3.269 SPPG Terbangun di Jatim, Pemprov Kebut Pemerataan MBG Hingga Kepulauan


Mini Kidi Wipes.--

Menurutnya, perubahan paling signifikan terletak pada metode penyajian. Jika biasanya siswa menyantap makan siang bersama di sekolah, selama Ramadan makanan akan dibagikan dalam format makanan kering atau kemasan sehat yang bisa dibawa pulang.

“Kita tetap melaksanakan program MBG pada masa Ramadan. Namun, metode penyajiannya berbeda. Karena siswa berpuasa, penyalurannya menggunakan metode kering agar makanan bisa dibawa pulang dan dinikmati saat berbuka," ujar Kusmayanti, Kamis, 19 Februari 2026.

Tim ahli gizi telah merancang menu khusus yang memiliki daya tahan lebih lama. Strategi ini diambil agar kualitas makanan tetap terjaga hingga azan magrib tiba tanpa mengurangi nilai gizinya.

BACA JUGA:Hj Indah Konsisten Perluas Dapur MBG, Resmikan SPPG Tembok Dukuh 2 Surabaya


Gempur Rokok Illegal--

Jenis makanan dipilih agar tidak mudah rusak atau basi meski disimpan beberapa jam. Selain itu, setiap paket tetap mengacu pada standar karbohidrat, protein, dan mikronutrien esensial untuk tumbuh kembang anak.

"Mau disajikan jam berapa saja tidak masalah, yang penting jenis makanannya tahan lama sehingga aman dikonsumsi saat berbuka puasa," tambahnya.

Terkait teknis pembagian, KPPG menyerahkan wewenang penuh kepada hasil koordinasi antara pihak sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Beberapa sekolah berencana membagikan paket makanan saat jam pulang sekolah agar beban bawaan siswa tidak mengganggu aktivitas belajar.

"Teknis di lapangan sangat komunikatif. Biasanya ada kesepakatan antara sekolah sebagai penerima manfaat dengan SPPG mengenai waktu terbaik penyerahan paket tersebut," jelasnya.

BACA JUGA:Resmi Dibuka SPPG Jepara Bubutan Siap Suplai Program MBG untuk Ribuan Siswa

Sumber: