Sidoarjo, memorandum.co.id- Kelakuan salah satu perangkat Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, inisial Nn tak pantas ditiru. Ia menganiaya Kaur Kesra (Modin) M Ajib di depan warga yang menunggu pencairan BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang bersumber dari Dana Desa. Korban dan warga yang tak terima perlakuan itu, melapor ke Mapolsek Tarik, supaya diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Ajib menceritakan awal dari penganiayaan itu bermula saat dirinya dipanggil ke ruangan perangkat Desa Sebani. Di situ sudah ada pelaku dan para perangkat Desa yang lain. Ketika Ajib masuk ruangan, pelaku langsung menyerang korban dengan cara memukul dengan tangan mengepal. "Tiba-tiba pelaku langsung menyerang," ceritanya. Ada dua saksi mata yang mengetahui perkara penganiayaan Ajib dipukul oleh pelaku. Dua saksi itu bernama Sudar dan Zainuri. Keduanya berusaha menenangkan pelaku. Ketika Nn membabibuta memukul korban. Tak puas dilerai, pelaku lantas mengangkat kursi yang akan dipukulkan ke korban. Namun saat itu aksi pelaku berhasil dicegah perangkat lain. Usut punya usut, alasan Nn emosi dan sampai tega menganiaya modin lantaran sakit hati. Karena lima keluarga Nn yang dimasukkan daftar penerima BLT, tiga di antaranya dicoret oleh modin. "Dia memasukkan nama Istrinya, orang tuanya, adik Ipar, keponakan, dan mertua," ungkapnya. Dari kelima keluarga itu, ada dua yang layak menerima BLT. Dan yang tiga yakni orang tua, istri, dan keponakannya tak layak menerima. Maka dari ketiganya dicoret dari daftar penerima. "Diduga karena pencoretan itulah pelaku emosi dan memukuli saya," terangnya. Penganiayaan yang berujung laporan polisi ini terjadi di wilayah hukum Polsek Tarik. "Benar kejadian pemganiayaan sudah dilaporkan ke Polsek dan kini kasusnya ditangani piket reskrim," Kata Kapolsek Tarik, AKP Zulkipli Ahyat Musa. Zulkipli Ahyat Musa menyebutkan, penganiaan tersebut terjadi pada hari Kamis (21/5) sekitar jam 08.30, dan oleh korban Ajib dilaporkan ke Polsek Tarik pada tanggal 26 Mei 2020. "Langkah-langkah yang dilakukan penyidik yakni menerima laporan korban, kemudian membawa ke puskesmas untuk dilakukan visum. Lalu memeriksa saksi-saksi. Dari pengakuan korban, dipukul oleh rekanya sendiri sesama perangkat," pungkas Zulkipli.(wa/jok/tyo)
Gegara Keluarga Dicoret Sebagai Penerima BLT, Modin Sebani Dianiaya
Selasa 02-06-2020,19:39 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-03-2026,15:23 WIB
Hujan Disertai Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang di Ngawi, Polisi Bersama Warga Lakukan Evakuasi
Sabtu 07-03-2026,15:08 WIB
Miras Beredar di Pesisir Tambak Wedi, Polsek Kenjeran Amankan Belasan Botol dari Dua Kafe
Sabtu 07-03-2026,19:48 WIB
Starting Lineup Borneo FC vs Persebaya Surabaya, Trio MBG Kembali Perkuat Bajol Ijo
Sabtu 07-03-2026,11:29 WIB
Gandeng Polsek Buduran, Aliansi Jurnalis Sidoarjo Tebar Ratusan Paket Takjil untuk Pengguna Jalan
Sabtu 07-03-2026,12:51 WIB
Rayakan Hari Perempuan Internasional: Sheraton Surabaya Gelar Women Move, Women Care Bersama Srikandi Grab
Terkini
Minggu 08-03-2026,10:27 WIB
Modus Nasabah Fiktif, Karyawan Koperasi Gelapkan Uang Kantor Belasan Juta Rupiah
Minggu 08-03-2026,10:22 WIB
Polresta Sidoarjo Tanam Jagung Serentak Kuartal I, Komitmen Dukung Swasembada Pangan
Minggu 08-03-2026,10:18 WIB
Diduga Cemari Sungai dan Tak Kantongi Amdal, PT Solusi Pangan Sejahtera Dikecam
Minggu 08-03-2026,10:08 WIB
Jaga Surabaya Tetap Kondusif, Polsek Rungkut Bersama Tiga Pilar Gelar Patroli Asuhan Rembulan
Minggu 08-03-2026,09:59 WIB