Schiphol, memorandum.co.id - Cargill berkomitmen menghadirkan pasokan kakao yang transparan dan berkelanjutan. Karena itu pabrikan makanan dan minuman serta konsumen saat ini cenderung lebih memedulikan standar produksi barang yang mereka beli, termasuk kakao. Itulah sebabnya Harold , Presiden Cargill Cocoa & Chocolate berupaya teknologi untuk menghubungkan setiap titik dalam rantai pasokan Poelma. Harold Poelma menjelaskakan transparansi maksimum di sektor kakao sangat penting untuk membuat kemajuan nyata dalam menjamin keberlanjutan sektor ini. Upaya terbaru Cargill dan kemajuan yang dibuat tertuang di Cargill Cocoa & Chocolate 2018-2019 Sustainability Progress Report. Di mana di dalamnya mencakup peningkatan kehidupan petani dan komunitas mereka dari lima negara asal sumber kakao -Brasil, Kamerun, Pantai Gading, Ghana, dan Indonesia. ”Sustainability Progress Report ini, menyoroti bagaimana upaya Cargill menggunakan teknologi untuk menghubungkan setiap titik dalam rantai pasokan kakao. Transparansi maksimum di sektor kakao sangat penting untuk membuat kemajuan nyata dalam menjamin keberlanjutan sektor ini. Tidak hanya membantu petani kakao, keluarga, dan komunitas mereka menjadi makmur, tetapi juga membantu melindungi planet kita. Dengan bekerja sama dengan mitra, kami yakin dapat terus membuat langkah besar dalam mencapai sektor kakao yang berkembang,” kata Harold Poelma. Melalui Cargill Cocoa Promise, Cargill menyadari peluang yang ditawarkan oleh teknologi dalam mengembangkan bisnis ini, seperti e-money, pemetaan GPS dan pengumpulan data digital, yang memungkinkan transparansi lebih besar tentang bagaimana kakao ditanam dan bersumber dari petani. Tonggak penting periode 2018-2019 meliputi: * Dengan menggunakan keranjang kakao yang diberi barcode dan Cooperative Management Systems (CMS) digital, 50 persen biji kakao dalam rantai pasokan langsung global sudah dapat dilacak, mulai dari saat masih di pertanian hingga ketika tiba di pabrik. Pada periode 2018-2019, 151.190 metrik ton biji kakao berhasil dilacak. * Selain itu, CMS memungkinkan organisasi petani untuk mengelola pinjaman, mengumpulkan kacang, dan mengecek biaya tetap versus variabel. Juga, mulai periode 2018-2019, semua organisasi petani di Ghana dan Pantai Gading sudah dapat dilihat melalui peta Cargill Cocoa Promise Sourcing Partner Network yang interaktif. Masing-masing organisasi petani ini mendapat manfaat dari program Cargill Cocoa Promise. * Implementasi Child Labor Monitoring and Remediation Systems (CLMRS) untuk menangani pekerja anak telah meningkat secara signifikan. Selain Pantai Gading, Cargill juga menyebarkan CLMRS di Ghana dan Kamerun, yang mencapai total 58.800 petani pada periode 2018-2019. Sekaligus memperluas jangkauan dari 7persen menjadi 29 persen dari jumlah total pertanian dalam rantai pasokan langsung. Pada periode 2018-2019, Cargill juga melakukan penilaian kebutuhan yang dapat mengatasi keberadaan pekerja anak di komunitas penghasil kakao di Indonesia; selain itu pendekatan lokal untuk CLRMS mulai dilakukan pada 2020. * GPS polygon berhasil memetakan 72 persen dari semua petani dalam rantai pasokan langsung, yang mewakili lebih dari 400.000 hektare lahan pertanian. Cargill juga sedang dalam upaya mengidentifikasi dari mana kakao itu berasal, daerah mana yang beresiko deforestasi dan bagaimana mengurangi risiko ini melalui intervensi khusus. Alat-alat digital ini, memberi informasi kepada koperasi dan petani kakao, seperti rencana pengembangan pertanian digital dan wawasan pasar, untuk membantu meningkatkan praktik pertanian mereka. Selain itu, alat digital berfungsi sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan petani selama krisis, seperti pandemi coronavirus. Alat pertanian digital Cargill juga dapat memperkuat upaya sosialisasi keselamatan dari pemerintah untuk membantu mengurangi penyebaran virus di komunitas pertanian. Sementara pesan suara juga dipergunakan untuk menjangkau sepuluh ribu petani yang tersedia dalam berbagai bahasa lokal. Oleh karena itulah, Cargill melihat digitalisasi dapat mendorong perubahan di seluruh rantai pasokan kakao. Informasi berharga yang dikumpulkan akan memberi dampak positif di lapangan. Untuk alasan itu, Cargill mengembangkan platform data yang luas, memiliki lebih dari 300 titik data di sepanjang rantai pasokan. Data ini juga dipergunakan untuk menginformasikan pelanggan melalui portal pelanggan interaktif tentang bagaimana program keberlanjutan kolaboratif bermanfaat bagi petani dan komunitas mereka. Upaya Cargill masuk ke rantai pasokan kakao yang lebih berkelanjutan dan berkelanjutan secara digital terus dilakukan. Seiring dengan perkembangan teknologi, Cargill juga terus berupaya meningkatkan kemampuan digitalnya, dan membuka pintu kepada peluang dan layanan baru untuk membawa nilai abadi bagi petani, masyarakat, danlingkungan. (adv/day/tyo)
Manfaatkan Teknologi, Cargill Tingkatkan Transparansi dan Bisnis Kakao
Selasa 02-06-2020,18:29 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 02-06-2026,21:41 WIB
Kasus Oknum TNI, Keluarga Korban Lega Tidak Ada Tradisi Damai di Peradilan Militer
Rabu 03-06-2026,09:15 WIB
DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak Dibawah Umur
Rabu 03-06-2026,09:58 WIB
Akhir Cerita Bruno Moreira, Resmi Keluar dari Persebaya Surabaya
Rabu 03-06-2026,07:47 WIB
Tingkatkan Kualitas Layanan Jemaah, LD PWNU Jatim Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional
Rabu 03-06-2026,08:59 WIB
Ungkap Tiga Kasus Curanmor, Polres Madiun Kota Bekuk Empat Residivis
Terkini
Rabu 03-06-2026,20:48 WIB
Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Yonif TP di Burno, Dorong Percepatan Pembangunan dan Dampak Ekonomi
Rabu 03-06-2026,20:42 WIB
Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri Sambangi Poktan Ternak Ayam Dukung Ketahanan Pangan
Rabu 03-06-2026,20:38 WIB
Icha Chellow, Penyanyi Dangdut Muda Asal Mojokerto
Rabu 03-06-2026,20:28 WIB
Saksi BCA Bongkar Aliran Rp1,2 Miliar, Driver Korban Malah Bantah BAP di Sidang Terapis Spa
Rabu 03-06-2026,20:23 WIB