Nah, modus perusahaan tersebut memperoleh pasokan bahan kimia berbahaya itu, dilakukan dengan cara memanipulasi surat perizinan sebuah perusahaan tambang emas yang sudah tidak lagi beroperasi.
Kemudian, perusahaan pelaku menggati label identitas asal importir berbahasa Mandarin tadi menggunakan tempelan label berlogo berisi tulisan Bahasa Korea, agar menyamarkan bahwa pasokan barang berbahaya tersebut berasal dari Korea.(fdn)