HPN 2026

HPN 2026, Ujian di Post Truth Era dan Disrupsi Informasi

HPN 2026, Ujian di Post Truth Era dan Disrupsi Informasi

Pakar Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya (Stikosa) Almamater Wartawan Surabaya (AWS), Dr. Jokhanan Kristiyono--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Hari Pers Nasional (HPN) jatuh pada Senin 9 Februari 2026. Tema yang diusung di tahun 2026 ini adalah "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat".

Tema itu ditetapkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Perayaan momentum ini berpusat di Banten dengan berbagai macam kegiatan seperti lomba antar Wartawan dan lain sebagainya. Pengambilan tiga pilar tema itu memiliki makna mendalam bagi insan pers.

BACA JUGA:HPN 2026: 'Pers Sehat' Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Integritas Demokrasi


Mini Kidi--

Pakar Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya (Stikosa) Almamater Wartawan Surabaya (AWS), Dr. Jokhanan Kristiyono mengatakan, media massa di masa kini dihadapkan dengan berbagai tantangan yang dapat berimbas dengan produk jurnalistik itu sendiri.

"Saya fokus ngomong ke pers sehat ya. Jadi sebenarnya di era digital, disrupsi teknologi, dan lain sebagainya itu berimbas dengan pers itu sendiri. Berimbas dengan produk-produk jurnalistik itu sendiri. Kita tahu ketika muncul di khalayak, pada pencari informasi itu mungkin sekarang kebingungan," katanya.

BACA JUGA:HPN 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast Sebut Pers sebagai Maestro Penangkal Hoaks

Publik masih mencari produk jurnalistik yang benar dan sehat. Menurut Ketua Stikosa-AWS periode 2023-2027 ini, media mainstream pun sekarang bergeser di media sosial. 

Pergeseran itu tidak mulus. Pekerja media itu dihadapkan dengan selebgram, key opinion leader, atau yang ditokohkan secara digital di media sosial.

"Yang sering berucap, bertutur, dan bercerita. Bahkan mereka menganggap itu produk jurnalistik. Tapi kalau itu bukan produk jurnalistik sesungguhnya, kalau dilihat dari kajian jurnalistik.Karena produk jurnalistik itu harus memenuhi unsur 5W 1H, cover booth side, dan validasi data," lanjutnya.

BACA JUGA:Peringatan HPN 2026, Kejari Surabaya Tekankan Peran Pers Sehat Dalam Penguatan Demokrasi dan Ekonomi

Unsur-unsur jurnalistik Itulah yang tidak dimiliki oleh mereka yang menjadi selebgram, key opinion leader atau yang ditokohkan di media sosial. Sehingga, menurutnya Jokhanan makna dari Pers Sehat itu memang produk persnya harus sehat dan memenuhi kaidah jurnalistik. 

"Kita tahu 5-10 tahun terakhir ini kita masuk dalam digital post truth era. Kebenaran yang tidak sebenar-benarnya, dan kebohongan atau yang tidak terjadi itu terus digaungkan seakan-akan itu tejadi dan itu diyakini terjadi," ungkapnya.

BACA JUGA:Memperingati HPN 2026, Kejari Tanjung Perak Ajak Pers Kawal Ekonomi Berdaulat di Kawasan Pelabuhan

Sumber: