Warga Patemon Jember Demo, Protes Keras Kebijakan Ganti Camat Ganti Pj Kades
Warga protes penggantian Pj Kades dengan menempel karton bertuliskan rakyat bersatu tak bisa dikalahkan.--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kebijakan pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, kembali memicu gelombang protes dari masyarakat setempat. Warga menuding pergantian Siti Muslihatin dari kursi PJ Kepala Desa bukan didasarkan pada evaluasi kinerja, melainkan dampak dari rotasi jabatan Camat yang terjadi di wilayah tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana Balai Desa Patemon dipenuhi dengan berbagai poster dan spanduk bernada kecaman. Tulisan seperti "Jangan Jadikan Patemon Kelinci Percobaan Penguasa!!! Kami Punya Kedaulatan" hingga "Rakyat Patemon Bersatu Tak Bisa Dikalahkan" terpampang jelas sebagai simbol perlawanan warga terhadap kebijakan yang dianggap sepihak.
BACA JUGA:Dua Bulan Didemo Warga, Akhirnya Kades Tempuran Mengundurkan Diri

Mini Kidi--
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Rahmat Gunawan, menegaskan bahwa penolakan warga didasari oleh pola berulang yang dianggap tidak sehat. Setiap kali terjadi pergantian Camat di Pakusari, posisi PJ Kepala Desa hampir selalu ikut dirombak tanpa mempertimbangkan stabilitas sosial di tingkat desa.
“Kami menolak pergantian ini karena masyarakat sudah merasa aman dan nyaman dengan kepemimpinan Ibu PJ Kades yang sekarang. Desa ini sempat mengalami gesekan pasca Pilkades, namun di bawah beliau situasi kembali rukun. Sayangnya, setiap ganti Camat, posisi PJ ikut digoyang,” ujar Rahmat saat dikonfirmasi, Senin 9 Februari 2026.
BACA JUGA:Gate Retribusi Bendungan Lahor Didemo Warga Karangkates dan Selorejo
Warga sebelumnya telah berupaya menempuh jalur formal melalui Musyawarah Desa (Musdes) untuk mempertahankan PJ saat ini. Namun, aspirasi tersebut terkesan diabaikan oleh pihak otoritas kecamatan.
“Pihak kecamatan bilang mau dicoba dulu tiga bulan (PJ baru). Kami tegaskan, desa ini bukan tempat uji coba. Pemerintahan tidak boleh dikelola dengan asal ganti tanpa alasan yang jelas,” tambahnya dengan nada kecewa.
Rahmat juga memastikan bahwa gerakan warga ini akan berlanjut ke tahap yang lebih serius. "Ini baru awal. Hari Rabu nanti kami akan menggelar aksi di kantor kecamatan. Jika tetap dipaksakan, kami siap membawa massa ke Pemkab Jember," tegasnya.
BACA JUGA:Trauma Mendalam! Hanya 6 Siswa Berani Masuk Sekolah Usai Insiden Geledah Pakaian oleh Guru di Jember
Senada dengan warga, Sekretaris Desa Patemon, Djoni Chiriyanto, mengonfirmasi adanya pola pergantian yang meresahkan tersebut. Ia menyebutkan bahwa selama tiga tahun terakhir, estafet kepemimpinan di desa selalu terganggu oleh rotasi struktural di tingkat kecamatan.
“Tahun 2024 Camat ganti, PJ pun ikut ganti. Sekarang Camat ganti lagi, PJ mau diganti lagi. Padahal selama ini pemerintahan desa berjalan sangat baik dan mengalami banyak kemajuan,” ungkap Djoni.
Menurut Djoni, pergantian PJ seharusnya didasarkan pada hasil evaluasi kinerja yang objektif, bukan sekadar rotasi rutin. Hal ini dikhawatirkan akan menghambat program desa dan penyerapan anggaran.
Sumber:



