Eko menambahkan, prediksi rob seringkali dilakukan berdasarkan penanggalan Jawa. Ia menghubungkan peningkatan frekuensi dan intensitas rob dengan perubahan iklim dan pembangunan gudang serta perkantoran di area tambak Kalianak.
"Kata warga banjir rob mulai kemarin. Banjir rob tidak bisa ditentukan. Biasanya warga menghitung tanggalan Jawa untuk menerka kapan banjir rob datang.
Menurut Eko, banjir rob besar sekali air bisa mencapai 25 cm dan melihat kampungnya. Sampai kapan tidak menentu. Kalau dulu bisa, biasanya 3 bulan banjir rob datang.
"Ini sebabkan perubahan iklim tidak menentu, banyak tambak-tambak di Kalianak yang dibangun gudang dan perkantoran," pungkas Eko. (rio)