“Firasat saya udah nggak enak, aplikasi tracking maps yang biasa kami pakai itu menunjukkan posisi dia (Aqib) udah nggak gerak lagi,” kata Tasya.
BACA JUGA:Poin Penting Rakerda HDCI Jatim, Tonny Wahudi: Pengurus Pengcab Komitmen Berangkatkan Marbot Umrah
Dari aplikasi pelacak tersebut, posisi Aqib berhenti cukup lama di ruas Jalan Raya Duduksampeyan. Merasa janggal, dirinya pun langsung menelepon korban.
"Saya sudah feeling, saya telepon terus kok tidak diangkat. Terus nggak lama ada orang yang angkat telepon dan ngasih tahu, ‘kecelakaan mbak, kecelakaan’," ujarnya dengan mata sembab akibat tangis yang tak tertahan.
"Kami saling kenal sudah satu tahun, jalan dua tahun ini. Rencana (menikah) tahun depan. Dia kerjanya di Bali, orangnya baik banget," ungkapnya sembari menahan air mata.
BACA JUGA:Baksos Ramadan, HDCI Surabaya dan Denpom V/4 Brawijaya Santuni Anak Yatim dan Berikan Paket Umrah
Dalam suasana duka tersebut, Tasya hanya sanggup memberi doa dan berharap yang terbaik bagi kekasihnya. Aqib tewas bersama 6 rombongan yang mengantarnya untuk ke Bandara Juanda Surabaya.
Dari 7 korban tewas, terdapat dua anak di bawah umur yang salah satunya merupakan balita berusia tiga tahun. Seluruh korban diketahui tinggal di satu rumah yang sama.
BACA JUGA:Kapolres Gresik Sampaikan Duka untuk Korban Kecelakaan Maut di Jalan Raya Duduksampeyan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Ipda Andri Aswoko mengatakan, Empat korban meninggal di TKP. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat dan meregang nyawa di rumah sakit.
"Benar, tujuh orang penumpang mobil meninggal dunia," kata Ipda Aswoko.
“Empat orang meninggal dunia di TKP, tiga korban sempat kritis dinyatakan meninggal dunia juga. Jadi seluruh penumpang mobil Panther meninggal dunia,” terangnya.
BACA JUGA:Wali Kota Surabaya Berduka, Jamin Masa Depan Anak Asisten Masinis yang Tewas Kecelakaan
Sementara itu, sopir dan kenek bus disebut mengalami patah tulang akibat insiden maut tersebut. Keduanya pun masih mendapatkan perawatan di RSUD Ibnu Sina.
Seluruh korban jiwa telah dipulangkan ke rumah duka untuk kemudian dimakamkan oleh keluarga. Jenazah diantarkan oleh 6 unit ambulans milik RSUD Ibnu Sina dan milik Pemerintah Kabupaten Tuban.
“Empat ambulans yang mengantar jenazah dikirim dari Tuban, sementara dua ambulans sisanya milik RSUD Ibnu Sina,” tandas Aswoko. (rez)