sumpah
iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Surabaya Kejar Target Penanganan Banjir, Kontraktor Terlambat Terancam Blacklist

Surabaya Kejar Target Penanganan Banjir, Kontraktor Terlambat Terancam Blacklist

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.--

 

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengancam pemutusan kontrak hingga blacklist bagi kontraktor yang tidak memenuhi tenggat pengerjaan proyek infrastruktur, terutama pembangunan rumah pompa dan saluran pendukung untuk mengantisipasi puncak musim hujan pada Desember 2026.

Eri menegaskan, mekanisme teguran berlapis telah disiapkan bagi penyedia jasa yang tidak memenuhi kesepakatan waktu pengerjaan. Langkah tersebut diambil untuk memastikan proyek selesai tepat waktu dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau sudah diberikan peringatan dan jangka waktunya terlewati, konsekuensinya bisa sampai pemutusan kontrak dan blacklist,” tegas Eri.

BACA JUGA:Pengamanan Proyek Pelebaran Saluran Disorot, DPRD Surabaya Desak Pemkot Blacklist Kontraktor Bandel

Menurut dia, sanksi tersebut merupakan langkah terakhir. Pemkot Surabaya tetap mengutamakan penyelesaian proyek agar infrastruktur pengendalian banjir dapat segera difungsikan.

“Kami berharap tidak sampai terjadi. Yang paling penting pembangunan selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” kata Eri.

Saat ini, Pemkot Surabaya terus mempercepat penyelesaian pembangunan rumah pompa beserta saluran air pendukung. Hingga akhir Oktober 2026, progres pengerjaan fisik dilaporkan mencapai 90 persen. Seluruh infrastruktur utama ditargetkan rampung pada pertengahan November.


Mini kidi--

Eri menyampaikan, pekerjaan saat ini berfokus pada penyambungan saluran, terutama jaringan pipa menuju sungai. Konektivitas tersebut menjadi faktor penting agar rumah pompa dapat segera dioperasikan.

“Sekarang progresnya sudah 90 persen. Targetnya pertengahan November selesai, karena yang masih dikerjakan terutama penyambungan pipa menuju sungai,” terang Eri.

Ia menambahkan, penyelesaian koneksi saluran menjadi prioritas agar fasilitas pengendalian banjir bisa segera digunakan ketika dibutuhkan.

“Yang terpenting, koneksinya diselesaikan terlebih dahulu supaya rumah pompa bisa segera dioperasikan,” ujarnya.

BACA JUGA:Proyek Gorong-Gorong Margorejo Telan Korban Jiwa, DPRD Surabaya Desak Sanksi Pidana dan Blacklist Kontraktor

Sejumlah kawasan yang menjadi fokus penanganan Pemkot Surabaya meliputi Tanjungsari, Simokalangan, Simorejo, Margorejo, Nginden Jangkungan, hingga Rungkut. Wilayah-wilayah tersebut selama ini kerap terdampak genangan saat hujan deras.

Sumber: