BNPB Ingatkan Jurnalis di Jatim Jangan Kejar Gambar Dramatis
Badan Nasional Penanggulangan Bencana gelar Bimbingan Teknis Jurnalis Tangguh Bencana di Surabaya.-Lailatul Nur Aini-
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengingatkan hal tersebut dalam Bimbingan Teknis Jurnalis Tangguh Bencana yang digelar di Surabaya, Rabu, 28 Oktober 2026.
Pelatihan yang diikuti jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan daring di Jawa Timur itu bertujuan memperkuat kapasitas wartawan dalam meliput bencana secara akurat, aman, dan beretika.

Mini kidi--
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Berton Suar Parulian Panjaitan menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum berita disebarluaskan kepada masyarakat.
BACA JUGA:Karhutla Jatim Meluas hingga 11.449 Hektare, BNPB Tambah Water Bombing dan OMC
Menurut dia, informasi yang keliru di tengah situasi bencana berpotensi memicu kepanikan dan menghambat proses penyelamatan warga.
"Informasi yang salah atau disinformasi di lokasi bencana dapat memicu kepanikan massal serta menghambat proses evakuasi warga," kata Berton.
Karena itu, kecepatan pemberitaan harus tetap diimbangi dengan ketelitian dalam memeriksa fakta.
BACA JUGA:Prabowo Ganti Kepala BNPB, KPK Tegaskan Usut Korupsi Dana Bencana
Informasi mengenai kondisi lokasi bencana, jalur evakuasi, jumlah korban, hingga peringatan dini perlu dipastikan kebenarannya agar masyarakat tidak mengambil keputusan berdasarkan kabar yang menyesatkan.
Selain akurasi, BNPB juga mengingatkan jurnalis agar tidak mengabaikan keselamatan saat menjalankan tugas.
Wartawan diminta tidak memasuki zona berbahaya tanpa izin atau mempertaruhkan nyawa hanya untuk mendapatkan gambar dramatis.
BACA JUGA:Pengadaan HT Disorot, KPK Usut Korupsi Dana Bencana BNPB Rp 148 Miliar
"Prinsip itu sangat penting mengingat Jawa Timur memiliki beragam potensi ancaman bencana, mulai dari erupsi gunung api, gempa bumi, dan tsunami hingga banjir serta tanah longsor," terangnya.
Sumber:










