Nenek di Tulungagung Tewas Terbakar saat Bakar Sampah di Ladang
Lokasi nenek di Tulungagung tewas terbakar saat membakar daun jati kering di ladangnya dipasangi garis polisi.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.CO.ID – Katini (74), nenek asal Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, tewas terbakar saat membakar tumpukan daun jati kering di ladangnya setelah api menyambar tubuhnya hingga mengalami luka bakar lebih dari 80 persen, Selasa 6 Oktober 2026.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Tulungagung Inspektur Polisi Satu Nanang Murdianto mengatakan, sebelum kejadian korban diketahui sedang membakar tumpukan daun jati kering di ladangnya.
BACA JUGA:Pedagang Nasi Jagung Tewas Disambar Truk di Jalur Pantura Kota Pasuruan
Saat itu, seorang saksi yang berada di ladang tidak jauh dari lokasi sempat melihat aktivitas korban.

Mini kidi--
Sekitar pukul 07.45 WIB, saksi mendengar suara samar-samar seperti orang meminta pertolongan dan kemudian mencari sumber suara tersebut.
Saksi mendapati korban sudah dalam posisi terlentang di tanah dengan api masih menyala di bagian tubuhnya.
Karena ketakutan, saksi berlari mencari pertolongan hingga kejadian tersebut dilaporkan kepada polisi yang kemudian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
BACA JUGA: Nenek Tertembak Senjata Rakitan Tetangga di Situbondo, Peluru Diduga Bersarang di Kepala
"Benar, telah terjadi orang meninggal dunia akibat tersambar api saat membakar daun jati kering di lahan miliknya di wilayah Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo," ujar Nanang.
Hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Tulungagung bersama petugas medis Puskesmas Pagerwojo tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Korban mengalami luka bakar lebih dari 80 persen, sedangkan petugas mengamankan barang bukti berupa sebuah korek api gas warna kuning dan sabit yang sebagian gagangnya terbakar.
BACA JUGA:Bakar Sampah Picu Api Merembet ke Gudang Mayjend Sungkono Gresik, Roll Trailer Terbakar
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban mengalami luka bakar lebih dari 80 persen," jelas Nanang.
Sumber:









