pupuk
iklan ulta memorandum

Cerita tentang Beras

Cerita tentang Beras

Ilustrasi cerita tentang beras. --

Beras adalah makanan pokok mayoritas orang Indonesia, tetapi memilih jenis dan cara menggunakannya ternyata perlu pertimbangan yang matang. Ini karena tidak saja sebagai sumber energi, tetapi Beras sudah diketahui manfaatnya untuk kesehatan. Manfaat itu bersumber dari tersedianya berbagai zat kandungan, termasuk protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, serat, zat fito. 

Biji padi adalah sebuah “paket makanan” yang terdiri atas beberapa bagian. Di bagian paling luar terdapat sekam yang melindungi biji. Setelah sekam dilepaskan, kita memperoleh beras pecah kulit atau beras merah, yang masih memiliki lapisan dedak dan lembaga. Lapisan dedak yang disebut kulit ari atau bekatul mengandung serat pangan, vitamin B, E, mineral magnesium, kalium, zat besi, minyak alami, serta berbagai senyawa bioaktif. Zat kandungan yang menarik perhatian peneliti adalah Gamma-oryzanol, yaitu senyawa antioksidan alami yang  berasal dari bekatul beras.

Kandungan vitamin B1 pada dedak berperan menjaga kesehatan sistem saraf dan jantung. Beras yang ditumbuk secara tradisional masih dapat mempertahankan kandungan vitamin B1 dibandingkan yang digiling dengan peralatan modern. Jadi, mengonsumsi beras yang berkualitas dapat membantu mencegah kekurangan vitamin ini yang menjadi penyebab penyakit beri-beri. Yaitu penyakit yang ditandai melalui pembengkakan tungkai, jantung berdebar, dan sesak napas.

Sementara itu, lembaga merupakan bagian biji yang nantinya dapat berkembang menjadi tanaman baru. Bagian ini mengandung protein, lemak, vitamin E, dan berbagai zat gizi lainnya. Lapisan terdalam disebut endosperm yang kandungan utamanya adalah pati, yaitu jenis karbohidrat kompleks (polisakarida) yang tersusun dari rantai panjang molekul glukosa dan berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh manusia. Pati inilah yang populer dengan sebutan karbo.

BACA JUGA:Nasi Jagung


Mini kidi--

Apa yang terjadi ketika padi digiling dan dipoles? Tergantung tujuan proses penggilingan dan pemolesan, lapisan akan hilang, yang berarti semua zat kandungan sekam dan dedak hilang, tinggal karbohidrat atau zat pati pada endosperm. Karena itu, semakin banyak lapisan luar yang dihilangkan melalui proses penggilingan, semakin besar proporsi pati dalam beras yang kita makan. Ada beras hasil penggilingan yang masih mempertahankan lapisan dedak dan lembaga, sehingga kandungan serat dan beberapa mikronutriennya lebih tinggi, yang diberi istilah beras pecah kulit. Beras putih yang pecah kulit akan berwarna cokelat, sedangkan yang dari beras merah berwarna merah kecoklatan. 

Serat Dalam Beras 

Beras yang masih memiliki lapisan luar mengandung lebih banyak serat. Yaitu yang bekerja membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat di usus. Lambatnya proses pengendalian penyerapan inilah yang akan mencegah terjadinya kenaikan kadar gula darah setelah makan secara mendadak. Melambatnya pencernaan membuat rasa kenyang lebih lama sehingga diharapkan jumlah asupan menjadi berkurang. Beras merah acapkali masih mengandung serat lebih tinggi dibandingkan beras putih. 

Harap tetap waspada, karena karbohidrat selalu terdapat dalam jumlah banyak pada setiap jenis beras. Oleh karenanya, keberadaan serat tidak semata menjadikan alasan orang untuk makan nasi tanpa batas, terutama bagi pengidap penyakit diabetes. 

Beras Putih Ditinggalkan? 

Beras putih yang telah kehilangan serat dan komponen zat nutrisi tidak perlu dihindari. Fakta membuktikan nasi putih tetap merupakan sumber energi yang penting dan telah menjadi bagian dari pola makan masyarakat Indonesia selama berabad-abad. 

BACA JUGA:Polo Pendhem Memang Menyehatkan


Gempur Rokok Illegal--

Sumber: