pupuk
iklan ulta memorandum

Pelaku Wisata Serbu Loket TNBTS, Desak Wisata Bromo Kembali Dibuka

Pelaku Wisata Serbu Loket TNBTS, Desak Wisata Bromo Kembali Dibuka

Peserta aksi menyerbu kantor loket TNBTS di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Ratusan pelaku wisata dari delapan desa penyangga menggelar aksi di kantor loket TNBTS Gunung Bromo, Jumat 18 September 2026. Mereka mendesak pembukaan kembali wisata Bromo dan mengevaluasi tata kelola pariwisata.

Aksi yang diprakarsai Paguyuban Jeep Tosari tersebut berlangsung di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, dengan melibatkan pelaku wisata lain seperti pedagang kaki lima, pedagang asongan, serta tukang ojek.

Massa juga menyegel kantor loket TNBTS menggunakan papan sebagai bentuk protes terhadap tata kelola pariwisata dan kepemimpinan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).

Ketua Paguyuban Jeep Tosari, Heri Nurdi mengungkapkan, pihak TNBTS dinilai tertutup dan tidak pernah mengajak komunikasi warga terkait mitigasi kebencanaan di kawasan Bromo.

"Pemerintah Kecamatan Tosari telah melayangkan surat sejak Selasa 15 September 2026 untuk meminta kepastian pembukaan Bromo pascakebakaran. Tetapi tidak ada tanggapan dari TNBTS," teriak Heri Nurdi.

BACA JUGA: Wisata Gunung Bromo Terbakar Lagi, Sebagian Kawasan Pasuruan Ditutup


Mini kidi--

Dalam aksinya, massa menyampaikan enam pokok aspirasi kepada pihak TNBTS, yakni menolak penutupan Bromo secara pukul rata dan meminta kebijakan berbasis zona risiko kebakaran.

Massa juga menuntut asesmen segera pada jalur Tosari-Wonokitri-Penanjakan untuk pembukaan akses wisata yang aman. Selain itu meminta kebijakan yang adil dan transparan bagi wilayah aman yang disamakan dengan wilayah terdampak.

Massa menuntut BB TNBTS memperbaiki koordinasi dengan delapan desa penyangga dan membentuk forum komunikasi tetap. Serta meminta desa penyangga dilibatkan dalam setiap pengambilan kebijakan yang berdampak langsung pada lingkungan dan ekonomi lokal.

Warga juga mendesak Menteri Kehutanan dan Direktorat Jenderal terkait untuk mengevaluasi serta mengganti Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, jika terbukti gagal membangun komunikasi dengan masyarakat.

Tak lama setelah aksi protes tersebut, BB TNBTS mengeluarkan pengumuman resmi terkait pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo.

BACA JUGA:Bromo Berasap, Dapur Sopir Jeep Wisata Pasuruan Ikut Padam


Gempur Rokok Illegal--

Sumber: