Hapus Stereotip Standar Kecantikan, Sastra Inggris Unesa Gelar PKM di Pasuruan
Dosen Sastra Inggris Unesa bersama ibu-ibu PKK RW IV Kebonagung Pasuruan dalam kegiatan PKM kesadaran gender.--
PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Program Studi S1 Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bersama komunitas ibu-ibu PKK RW IV, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota PASURUAN, Jawa Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026.
PKM kali ini mengangkat tema penghapusan stereotip standar kecantikan melalui Program Peningkatan Kesadaran Gender. Kegiatan dibuka oleh Uci Elly Kholidah, S.S., M.A., selaku Ketua Tim Dosen Sastra Inggris, dan dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Ketua RW IV, Haula, M.Pd.
Dalam sambutannya, Ketua RW IV menyampaikan terima kasih atas kedatangan tim PKM Unesa yang membahas topik yang dinilai relevan dengan kondisi dan kehidupan komunitas ibu-ibu PKK RW IV. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement antara Ketua Tim Dosen dan Ketua RW IV, serta sesi dokumentasi.
BACA JUGA:Dorong Gaya Hidup Sehat melalui Olahraga Bersama, Ribuan Peserta Ikuti Unesa Medic Run 2026
Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara yang memiliki keahlian di bidang masing-masing. Pembicara pertama adalah Hujuala Rika Ayu, S.S., M.A., dosen Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya sekaligus alumni State University of New York.

Mini kidi--
Dalam pemaparannya, Hujuala Rika Ayu membahas berbagai stereotip mengenai standar kecantikan yang berkembang di masyarakat. Para ibu-ibu PKK diajak berdiskusi mengenai gambaran perempuan yang selama ini dianggap cantik, seperti memiliki kulit putih, rambut panjang, hidung mancung, dan penampilan yang menarik.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi bincang bersama mengenai idola kecantikan dari masa ke masa. Para peserta juga diajak merefleksikan bagaimana mereka memaknai kecantikan yang sesungguhnya.
BACA JUGA:Ribuan Mahasiswa Unesa Banjiri Magetan, Potensi Dongkrak Kunjungan Pariwisata
Sesi berikutnya membahas berbagai situasi yang dapat membuat perempuan merasa kurang percaya diri. Beberapa peserta menyampaikan bahwa dalam kondisi tertentu, seperti ketika hendak keluar rumah, mereka merasa perlu menggunakan celak mata dan lipstik.
Peserta lainnya mengungkapkan bahwa masa transisi setelah melahirkan atau kondisi breakout akibat perubahan cuaca juga dapat membuat mereka merasa kurang cantik dan berdampak pada rasa percaya diri.
Di akhir sesi, Hujuala Rika Ayu menyampaikan bahwa kecantikan dapat didukung melalui perawatan kesehatan kulit wajah dan penggunaan kosmetik secara bijak. Perawatan tersebut dapat dimulai dengan membersihkan sisa kosmetik yang menempel di wajah menggunakan facial wash, kemudian menggunakan pelembap. Penggunaan kosmetik juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan acara yang akan dihadiri.
BACA JUGA:14 Mahasiswa Unesa Magang di Puslatda Jatim, Belajar Pembinaan Olahraga Prestasi
Pembicara kedua adalah Prof. Dr. Titik Taufikurohmah, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Kimia Universitas Negeri Surabaya sekaligus pakar Nano Gold. Nano Gold merupakan produk kosmetik berbasis nanopartikel emas yang dikembangkan untuk membantu perawatan kulit, regenerasi sel, pembentukan kolagen, serta memiliki efek anti-aging.
Sumber:







