Harlah Kejaksaan RI
iklan ulta memorandum

Pangkas Waktu Tanggap Jadi 7 Menit, Command Center 112 Surabaya Diawasi 4.000 CCTV

Pangkas Waktu Tanggap Jadi 7 Menit, Command Center 112 Surabaya Diawasi 4.000 CCTV

Petugas Command Center 112 memantau kondisi lalu lintas dan aktivitas jalan melalui jaringan kamera pengawas.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kota SURABAYA memperketat standar penanganan darurat melalui layanan Command Center 112. Target waktu tanggap petugas di lapangan kini dipangkas menjadi maksimal tujuh menit dari sebelumnya 10 menit.

Bahkan untuk insiden kebakaran, durasi penanganan dipatok jauh lebih cepat, yakni sekitar 6,5 menit sejak laporan pertama kali diterima operator.

Langkah percepatan ini disokong oleh jaringan infrastruktur masif. Mulai dari pemangkasan jarak tempuh lewat penambahan pos terpadu, hingga pantauan ribuan kamera pengawas yang tersebar di pelosok kota.

BACA JUGA:Tekankan Kecepatan Respons, Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Layanan 110 dan Command Center

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menegaskan bahwa pemangkasan waktu tanggap merupakan bentuk nyata filosofi pelayanan publik di Kota Pahlawan.


Mini kidi--

“Filosofinya sederhana, ketika warga membutuhkan bantuan, kami harus bisa merespons secepat mungkin sehingga warga merasa terlayani dengan baik,” ujar Irvan, Jumat 11 September 2026.

Irvan menjelaskan, Command Center 112 yang beroperasi sejak 26 Juli 2016 bertindak sebagai urat nadi koordinasi antar-instansi. Layanan ini mengintegrasikan sembilan perangkat daerah, tim medis, hingga armada pemadam kebakaran dalam satu komando.

BACA JUGA:Kapolres Kediri Resmikan Command Center 110, Fokus Tingkatkan Kapabilitas Layanan

Guna memangkas jarak tempuh ke lokasi kejadian, pemkot terus memperbanyak pos terpadu. Jumlah pos yang semula berjumlah tujuh unit kini telah berkembang menjadi 10 pos, dan ditargetkan menyentuh 13 pos.

“Surabaya ini kota besar. Ketika beberapa kejadian terjadi bersamaan, kami harus mengatur skala prioritas, melihat lokasi kejadian, dan menentukan pos terpadu yang paling dekat agar waktu respons tetap bisa dicapai,” tutur Irvan.

Sektor kesehatan tak luput dari penguatan. Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengoperasikan armada ambulans dari puskesmas-puskesmas terdekat untuk mem-backup kondisi darurat medis yang terjadi serentak di sejumlah titik.

BACA JUGA:Sinergi Command Center 112 dan Rescue Wiyung Angkat Mobil Tercebur Sungai di Menanggal

Rujukan pasien pun dilakukan secara berjejaring. Komunikasi intensif terus terjalin dengan rumah sakit se-Surabaya agar korban darurat langsung diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat yang paling siap menerima penanganan.

Sumber: