Harlah Kejaksaan RI
iklan ulta memorandum

2.375 Kejadian Darurat Ditangani CC 112 Surabaya Sepanjang Agustus

 2.375 Kejadian Darurat Ditangani CC 112 Surabaya Sepanjang Agustus

Petugas BPBD Kota Surabaya saat menindaklanjuti laporan kedaruratan.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Layanan Command Center (CC) 112 SURABAYA menangani 2.375 kejadian kedaruratan sepanjang Agustus 2026. Dengan kasus darurat medis menjadi kejadian paling dominan, disusul kecelakaan lalu lintas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, dari ribuan kejadian tersebut, sebanyak 1.244 kasus merupakan darurat medis, 868 kecelakaan lalu lintas, dan 141 kebakaran.

"Data Command Center (CC) 112 Surabaya mencatat sebanyak 2.375 kejadian kedaruratan yang ditangani sepanjang Agustus 2026. Kasus didominasi darurat medis sebanyak 1.244 kejadian, disusul kecelakaan lalu lintas sebanyak 868 kejadian dan kebakaran sebanyak 141 kejadian," kata Irvan, Selasa 8 September 2026.

Jika digabung, darurat medis dan kecelakaan lalu lintas mencapai 2.112 kejadian atau sekitar 89 persen dari seluruh kasus yang ditangani CC 112 selama Agustus.

Menurut Irvan, tingginya angka tersebut menunjukkan kondisi darurat tidak hanya berkaitan dengan bencana besar, tetapi juga banyak terjadi dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.

Selain tiga kategori terbesar, petugas CC 112 menangani 43 kejadian darurat lainnya, 26 masalah hewan, 25 penemuan jenazah, 12 pohon tumbang, dan delapan kasus psikososial.

BACA JUGA:Sinergi Command Center 112 dan Rescue Wiyung Angkat Mobil Tercebur Sungai di Menanggal


Mini kidi--

Kemudian terdapat lima kejadian rumah rusak, dua orang tersesat, serta satu orang tenggelam, sedangkan tidak ada kejadian genangan yang tercatat sepanjang Agustus.

Irvan menjelaskan, darurat medis merupakan kondisi kesehatan yang membutuhkan pertolongan segera karena dapat mengancam nyawa, menyebabkan kecacatan, atau memperburuk kondisi apabila terlambat ditangani.

Beberapa di antaranya sesak napas berat, nyeri dada hebat atau dugaan serangan jantung, kehilangan kesadaran, pendarahan hebat, kejang berkepanjangan, cedera akibat kecelakaan, hingga keracunan berat.

"Data bulan Agustus 2026 menunjukkan kedaruratan di Surabaya masih didominasi secara mutlak oleh kasus darurat medis dan kecelakaan lalu lintas. Kemudian disusul oleh penanganan pada rumah rusak dan masalah hewan," ujarnya.

Ia menyebut sebagian besar intervensi kedaruratan terjadi di wilayah dengan mobilitas masyarakat tinggi, sedangkan waktu kejadian banyak berlangsung pada periode aktivitas warga mulai pagi, sore hingga malam hari.

"Sebagian besar intervensi kedaruratan berlokasi di wilayah dengan mobilitas tinggi dan terjadi pada jam-jam sibuk masyarakat-pagi, sore, hingga malam hari," ungkapnya.

Sumber: