Harlah Kejaksaan RI
iklan ulta memorandum

PKKMB UIJ 2026 Sambut 800 Mahasiswa Baru dengan Kampus Aman dan Bebas Perundungan

PKKMB UIJ 2026 Sambut 800 Mahasiswa Baru dengan Kampus Aman dan Bebas Perundungan

Ratusan mahasiswa baru mengikuti PKKMB Universitas Islam Jember tahun akademik 2026/2027.--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Islam Jember (UIJ) tahun akademik 2026/2027 menyambut 800 mahasiswa baru dengan komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan bebas perundungan, Senin 7 September 2026.

Rektor UIJ Ahmad Halid menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat dan kerja keras seluruh sivitas akademika yang terus memajukan kampus.

"Yang hadir pada hari ini sekitar 800 mahasiswa baru, dan yang sudah terdaftar di sistem mendekati 1.000 orang," ujar Ahmad Halid saat ditemui di sela kegiatan.

Langkah pengembangan terus dilakukan UIJ, salah satunya dengan menghadirkan Program Studi S1 Kebidanan. Sebagai bentuk kepedulian dan dorongan semangat, seluruh angkatan pertama program studi baru tersebut mendapatkan dukungan pendidikan penuh.

"Sebanyak 13 mahasiswa S1 Kebidanan seluruhnya dibiayai penuh melalui beasiswa rektor. Ini komitmen kami untuk memperluas akses pendidikan berkualitas," tambahnya.

BACA JUGA:Karya Ilmiah Anak Petani Asal Wuluhan Tembus Nasional, Jadi Wisudawan Berprestasi UIJ


Mini kidi--

Selama PKKMB, mahasiswa baru dibekali tiga pilar utama, yakni penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), jiwa kewirausahaan, serta penguatan karakter berlandaskan Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja).

Pembekalan tersebut diharapkan membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mandiri dan berakhlak mulia.

Ahmad Halid menambahkan, sekitar 30 persen alumni UIJ sukses meniti karier di luar bidang studi utamanya berkat keterampilan wirausaha dan teknologi yang dipelajari selama kuliah.

Bahkan, tak sedikit alumni yang berhasil meraih pendapatan puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan dari usaha mandiri mereka.

Dukungan terhadap penciptaan suasana kampus yang humanis juga ditegaskan Wakil Ketua YPNU Ahmad Taufiq. Menurutnya, masa pengenalan kampus harus menjadi momen yang membangun kepercayaan diri mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan dunia akademik dan masyarakat.

BACA JUGA:Dari Penjual Tahu Kocek hingga Anak Petani, Cerita Haru Mahasiswa KIP-K Dominasi IPK Tertinggi di UIJ


Gempur Rokok Illegal--

"PKKMB bukan sekadar mengenalkan pengelolaan kampus, tetapi mempersiapkan mahasiswa agar siap secara akademis dan sosial," ungkap Guru Besar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tersebut.

Ahmad Taufiq menegaskan bahwa UIJ menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap aksi perundungan dan kekerasan yang berlaku bagi seluruh warga kampus tanpa terkecuali.

"Jangan sampai ada bullying dalam bentuk apa pun, baik dari instruktur, dosen, tenaga kependidikan, maupun antarmahasiswa. Jika terjadi pelanggaran atau kekerasan, kampus menyiapkan sanksi tegas bertahap, mulai dari teguran lisan, tertulis, hingga tindakan lembaga yang serius," pungkasnya. (fbr)

 

Sumber:

Berita Terkait