Polres Jombang Ringkus 9 Pelaku Pengeroyokan dan Pembakaran Motor
Kapolres Jombang didampingi Kasatreskrim Jombang menunjukkan barang bukti pengeroyokan.--
JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Polres Jombang meringkus sembilan pemuda terduga pelaku kekerasan, pengeroyokan, dan pembakaran motor dalam rangkaian keributan pasca ijazah kubro di wilayah Kabupaten Jombang.
Kesembilan tersangka merupakan remaja dan pemuda. Dua di antaranya pelajar SMP dan SMA, serta seluruhnya telah ditahan di Polres Jombang.
Kapolres Jombang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ardi Kurniawan menerangkan, para korban pengeroyokan juga pelajar yang berasal dari Kediri, Tuban, dan Lamongan.
“Kedatangan mereka dilakukan secara berkonvoi menggunakan motor roda dua, sehingga menimbulkan keributan antara peserta konvoi dengan warga di sekitar wilayah Kabupaten Jombang,” terangnya, Selasa 1 September 2026.
BACA JUGA:Polisi Gadungan Pemeras Korban Love Scamming Dibekuk Satreskrim Polres Jombang

Mini kidi--
Kapolres mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Jombang maupun luar daerah, agar tidak melakukan konvoi kendaraan bermotor roda dua pada malam atau dini hari.
“Mengingat kebiasaan menggeber atau melakukan aksi gas berlebihan yang dapat memicu keributan dengan warga sekitar,” imbaunya.
Selanjutnya, Kapolres mengatakan, masyarakat dapat melaporkan permasalahan atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Jombang melalui WhatsApp Kapolres Jombang atau call center 110.
“Seluruh laporan yang masuk ke Polres Jombang akan segera ditindaklanjuti. Tindak lanjut ini berlaku terhadap laporan dari peserta konvoi maupun warga Jombang yang turut menjadi korban,” katanya.
BACA JUGA:Gagal Berangkat Sesuai Jadwal, Ratusan Calon Jemaah Umrah di Jombang Ricuh

Gempur Rokok Illegal--
Kapolres menegaskan, Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang akan mengungkap perkara tersebut secara sungguh-sungguh, seadil-adilnya, dan seterang-terangnya demi memberikan keadilan kepada para korban.
“Tujuan tindakan mereka apakah dilakukan secara sengaja untuk menciptakan permusuhan di Jombang, atau motif lainnya, masih akan ditelaah lebih lanjut,” tegasnya.
Kapolres membeberkan, kedatangan mereka ke Jombang dipicu euforia serta kegembiraan berlebihan karena rencana menyaksikan kegiatan ijazah kubro salah satu perguruan silat di Jombang.
Setelah berkumpul, mereka melakukan konvoi kendaraan bermotor roda dua dengan menggeber kendaraan sehingga memicu perselisihan dengan warga sekitar.
“Pada dasarnya, kerusuhan dimaksud berpotensi memicu kerusuhan yang lebih luas. Bentuk konflik melibatkan kendaraan bermotor, disertai aksi menggeber kendaraan dan termasuk penggunaan petasan,” bebernya.
Kesembilan pelaku tersebut tersebar pada sejumlah titik kejadian yang terbagi dalam tiga peristiwa, yakni satu kejadian di Bandar Kedung Mulyo dan dua kejadian di kawasan Kabuh, termasuk perkara dugaan pembakaran sepeda motor.
Selain pelaku yang diamankan, terdapat beberapa Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga terlibat langsung dalam kejadian tersebut dan saat ini masih dalam pengejaran serta penyelidikan Satreskrim Polres Jombang.
“Kepada para pelaku, baik yang melakukan kekerasan maupun pengeroyokan dan pembakaran, kami mengimbau agar segera menyerahkan diri agar dapat diproses secara hukum yang berlaku,” pungkasnya. (yus)
Sumber:







