Harlah Kejaksaan RI
iklan ulta memorandum

Muktamar NU, Calon Ketua PBNU Tak Bisa Lepas Kepentingan Pihak Luar

Muktamar NU, Calon Ketua PBNU Tak Bisa Lepas Kepentingan Pihak Luar

Dr Mubbarok Muharram, pakar politik dan kebijakan publik Unesa.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menarik kepentingan pihak luar untuk bisa ikut mempengaruhi keputusan urgen di dalam muktamar karena umat nahdliyin memiliki basis massa kuat dan masif di grassroot, Kamis 27 Agustus 2026.

Pakar politik dan kebijakan publik Unesa Dr Mubbarok Muharram memprediksi pelaksanaan muktamar akan berjalan dinamis karena beberapa calon ketua yang ikut maju PBNU memiliki koneksitas kuat di eksternal Nahdlatul Ulama, sehingga muktamar kali ini tidak lepas dari kepentingan pihak luar untuk melakukan aksi dukung mendukung terhadap nama-nama kandidat calon ketua PBNU.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Ndalem Pesantren Bahrul Ulum Sebelum Buka Muktamar Ke-35 NU

"Muktamar kali ini tidak lepas dari kepentingan pihak luar untuk melakukan aksi dukung mendukung terhadap nama-nama kandidat calon ketua PBNU. Pihak luar melihat terhadap berpuluh juta warga Indonesia. Sehingga mereka perlu merangkul atau mengkooptasi NU," sebut Dr Mubbarok.


Mini kidi--

Menurut Dr Mubarrok, kekuatan jemaah Nahdliyin sangat berpengaruh dan dikategorikan dalam tiga kelompok, yaitu pihak Istana atau elit Negara, pihak pemilik modal, dan partai politik, yang berharap mendapatkan keuntungan politik di masa mendatang, khususnya pada Pemilu 2029 maupun Pilpres 2029.

BACA JUGA:Muktamar ke-35 NU, PMI Jember Sediakan Layanan Medis hingga Pijat Gratis

"Khususnya pada Pemilu 2029 maupun Pilpres 2029," tegas Dr Mubarrok.

Dr Mubarrok juga memprediksi kepentingan dari dalam NU juga melibatkan pihak luar karena elit NU tidak percaya diri bisa mempunyai pengaruh di proses dan tahapan muktamar ke-35 NU, sehingga seberapa kecil pun keterlibatan pihak luar mempunyai pengaruh karena kandidat calon ketua yang maju akan bisa mendapat dukungan suara dalam muktamar lebih banyak.


Gempur Rokok Illegal--

"Ada elit di NU sendiri pihak luar untuk terlibat. Karena elit NU tidak percaya diri mempunyai pengaruh kuat di muktamar sehingga melibatkan pihak luar. Sehingga seberapa kecil pun keterlibatan pihak luar mempunyai pengaruh. Karena kandidat calon ketua yang maju akan bisa mendapat dukungan suara dalam muktamar lebih banyak," tutup Mubarrok.

BACA JUGA:Muktamar ke-35 NU Dibuka Presiden Prabowo, Jalur Ditutup Total

Sebelumnya empat nama telah menyatakan kesiapan atau menerima mandat untuk maju, yakni Ketua Umum PBNU petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Pengasuh API Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), dan Pengasuh Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).(day)

Sumber: