iklan muktamar

Investasi Jatim Tembus Rp72,7 Triliun, Surabaya dan Gresik Jadi Penggerak Utama

Investasi Jatim Tembus Rp72,7 Triliun, Surabaya dan Gresik Jadi Penggerak Utama

Kepala DPMPTSP Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati membeberkan realisasi investasi semester I 2026.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Jawa Timur mencatat realisasi investasi Rp72,7 triliun sepanjang semester I 2026 dari 87.740 proyek, dengan Surabaya dan Gresik menjadi daerah penyumbang terbesar, Selasa 25 Agustus 2026,

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati mengatakan, capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan kontribusi investasi terbesar secara nasional, yakni mencapai 7,2 persen dari total realisasi investasi Indonesia.

"Total nilai investasi sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) secara keseluruhan tercatat sebesar Rp49,8 triliun dengan 76.229 proyek. Sementara PMA di Jatim sepanjang Januari-Juni 2026 sebesar Rp22,9 triliun dengan 11.511 proyek," kata Dyah.


Mini kidi--

Dari capaian tersebut, investasi domestik masih menjadi penopang utama. PMDN menyumbang 68,5 persen dari total realisasi, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi 31,5 persen.

Masuknya modal asing ke Jawa Timur juga banyak berasal dari negara-negara Asia. Hong Kong menjadi investor PMA terbesar dengan nilai Rp4,73 triliun atau 20,7 persen.

Jepang menyusul dengan Rp3,16 triliun (13,8 persen), China Rp3,06 triliun (13,4 persen), Singapura Rp3,02 triliun (13,2 persen), serta Luksemburg Rp1,62 triliun (7,1 persen).

BACA JUGA:Investasi Jatim 2025 Tembus Rp147,7 Triliun, Lampaui Target dan Masuk Tiga Besar Nasional

Menurut Dyah, sejumlah proyek berskala besar turut menopang derasnya investasi asing di Jawa Timur. Di antaranya Indonesia Smelting Technology dari investor Jepang pada sektor industri logam dasar serta Xinyi Solar Indonesia dari investor Hong Kong yang bergerak di sektor industri mineral non-logam.

"Proyek-proyek strategis global tersebut berjalan dengan realisasi modal yang masif di Provinsi Jawa Timur," ujar Dyah.

Tak hanya berbicara soal nilai modal, investasi yang masuk juga memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang semester pertama tahun ini, sebanyak 135.651 tenaga kerja Indonesia tercatat terserap melalui berbagai proyek investasi di Jawa Timur.

BACA JUGA:Ekonomi Jatim Tumbuh Tertinggi se-Jawa, Khofifah: Bukti Ketahanan di Tengah Ketidakpastian Global

Dari sisi sektor usaha, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp9,6 triliun atau 13,2 persen.

Berikutnya, industri makanan mencatat Rp8,6 triliun (11,8 persen), transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp6,7 triliun (9,3 persen), industri kimia dan farmasi Rp5,2 triliun (7,2 persen), serta perdagangan dan reparasi Rp4,9 triliun (6,8 persen).

Sumber: