Kiai Asep: Muktamar NU Harus Kembalikan Marwah Pesantren
Ketua Umum JKSN KH Asep Saifuddin Chalim menyoroti Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, arah kepemimpinan NU memasuki abad kedua menjadi perhatian para ulama, Rabu 12 Agustus 2026.
Hal itu mengemuka dalam Dialog Publik "Transformasi–Orientasi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama Abad II" yang digelar Jurnalis Pokja Grahadi bersama Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di Surabaya.

Mini kidi--
Ketua Umum JKSN KH Asep Saifuddin Chalim (Kiai Asep) menegaskan, transformasi NU tidak boleh membuat organisasi tersebut kehilangan akar sejarahnya sebagai rumah besar pesantren.
Menurutnya, NU sejak awal dibangun untuk menyatukan kekuatan ulama dan pesantren dalam menghadapi persoalan keumatan dan kebangsaan.
BACA JUGA:Gus Yahya Apresiasi Langkah Cepat Ponpes Bahrul Ulum Persiapkan Muktamar NU di Tambakberas
"Kesimpulannya bahwa Nahdlatul Ulama itu adalah rumah besarnya pesantren. Dominannya adalah Syuriyah," ujar Kiai Asep.
Ia berharap Muktamar ke-35 tidak sekadar menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga mengembalikan kendali organisasi kepada ulama.
"NU harus dikendalikan oleh ulama, jangan diatur oleh anak-anak muda yang berapa jumlahnya, berapa segelintir, kemudian mereka mengendalikan muktamar," tegasnya.
Memasuki abad kedua, Kiai Asep menilai NU perlu melakukan transformasi tanpa meninggalkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta komitmen kebangsaan.
Menurutnya, jika dahulu NU berjuang untuk kemerdekaan, kini tantangannya memastikan masyarakat dapat merasakan hasil kemerdekaan.

Gempur Rokok Illegal--
Sementara itu, Ketua Jurnalis Pokja Grahadi Fatimartuzzahroh mengatakan dialog tersebut menjadi ruang untuk menyuarakan pemikiran ulama Jawa Timur menjelang Muktamar ke-35.
"Harapannya bisa mensyiarkan hasil dari pemikiran para ulama, para kiai di Jawa Timur untuk harapan kepemimpinan NU yang lebih baik ke depannya," tukasnya. (ain)
Sumber:





